Harianpilar.com, Lampung Utara – Tim pemasyarakatan perilaku hidup bersih (PPHB), menilai penataan pasar di Lampung Utara (Lampura) belum maksimal. Sedikitnya ada tiga pasar dan satu terminal stasiun Kotabumi, dalam kondisi semrawut.
Bahkan, lingkungan sekitar pasar dipenuhi sampah, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Ditambah, tidak tersedianya sarana dan prasarana kebersihan, seperti container sampah dan TPS Kumonal. Menyikapi hal ini, Tim PPHB secara tegas akan memanggil SKPD terkait.
“Ya, kita akan panggil SKPD terkait menyikapi masalah tersebut,” kata Ketua Tim PPHB Azwar Yazid, yang juga Kepala Bappeda Lampura, Selasa (15/9/2015).
Dijelaskan Azwar, pasar dan terminal yang terbengkalai di antaranya, Pasar Central, Pasar Dekon, Pasar Pagi dan Terminal Stasiun Kotabumi. Tampak sekali kesemrawutan itu disebabkan oleh keberadaan lapak pedagang amparan, los dan kios yang tidak terawat.
Selain itu kurang terawatnya siring linkungan pasar dari sumbatan sampah, gulma dan sedimentasi lumpur. Kondisi tersebut diperparah pula kurang terjaganya kebersihan lingkunggan pasar, kurang tersedianya sarana dan prasarana pengelolaan / pemilahan sampah, seperti Container, TPS Komunal, termasuk TPS individual dan Bin Container, kurangnya kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau, seperti taman lingkungan dan pohon – pohon peneduh.
Menurut Azawar, dari titik–titik peninjauan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pihak terkait tersebut belum mampu menyediakan pelayanan pasar dan terminal yang bersih, sehat dan ramah lingkungan.
“Tujuan peninjauan tim yakni untuk mengetahui sejauhmana implementasi perilaku hidup bersih dan sehat, aman, nyaman, teduh, indah serta ramah terhadap lingkungan tersebut, yang sudah diberlakukan pada pusat keramaian, baik di kawasan pasar, pertokoan maupun terminal, termasuk di kawasan permukiman penduduk perkotaan,” paparnya.
Langkah awal pembenahan, lanjut Azwar, tim akan memanggil Satker terkait agar segera melakukan pembenahan yang menjadi temuan tim.
“Sebab jika kondisi ini diabaikan, maka tidak menutup kemungkinan akan menjadikan kotabumi sebagai kawasan kota kumuh, dan media terjangkitnya berbagai macam penyakit,” terang dia.
Azwar memaparkan, seyogyanya di lingkungan pasar sentral, pasar pagi, pasar dekon, dan terminal tersebut pedagang amparannya ditata rapi, menggunakan lapak dan tenda yang seragam, barang dagangan para pedagang kios dan los tidak meluber keluar areal, bangunannya dirawat, tidak terjadi sumbatan pada siring lingkungan dan siring buangan, tersedia fasilitas KM /WC yang cukup dan bersih.
Tak hanya itu, diperlukan juga kebersihan lingkunggan yang terjaga dari sampah plastik dan kertas, tesedia tempat sampah komunal yang cukup, teersedia tempat sampah individual di masing–masing lapak kios dan los, tersedia ruang tebuka hijau yang proposional, seperti taman lingkungan, pohon peneduh, pot bunga dan tanaman hias.
“Sebab jika kita mampu menyediakan pasar serta terminal yang bersih, sehat dan asri, insyaallah kita akan dihargai oleh berbagai pihak termasuk meraih Anugrah Adipura “ pungkasnya. (Iswan/Yoan/Juanda)








