Harianpilar.com, Mesuji – Sekitar 3.398 hektar lahan padi di Kabupaten Mesuji terancam puso, hal ini dampak dari kekeringan dan kontaminasi air asin. Sedangkan 1.241 hektar lahan padi sudah dipastikan puso, 701 hektar puso akibat kekeringan, sedangkan 540 hektar padi gagal panen akibat tercemar air asin.
Kepala Dinas Pertanian Mesuji Ancha menjelasakan pihaknya terus melakukan evaluasi untuk mengurangi potensi puso di tahun mendatang. “Kita telah berupaya, dan sedikit banyaknya berhasil mengurangi dampak buruk dari kekeringan. Namun kami tidak dapat berbuat banyak dengan dampak air asin yang hingga saat ini belum ada tekhnologi ekonomis untuk menanggulangi itu, namun kami terselesaikan evaluasi agar tahun depan lebih baik,” jelas Ancha kepada wartawan, di kantornya, Rabu (2/9/2015).
Disisi lain, Kepala Dinas Sosial Mesuji Surizal Zikri, telah melakukan survei langsung ke lokasi kekeringan sesuai perintah Bupati Mesuji Khamamik. Hasilnya, Dinas Sosial sudah mendata apa saja yang dibutuhkan petani dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. “Untuk jangka pendek, masyarakat membuktikan air bersih, bantuan beras, bantuan benih padi, dan bantuan biaya penanaman,” kata Surizal.
Sedangkan, untuk jangka menengah, petani mengharapkan bantuan filter air bersih, pompa air, dan sumur bor. “Untuk jangka panjang, masyarakat meminta saluran primer dan sekunder dapat dinormalisasi. Dan drum penampungan air tawar. Laporan ini akan menjadi dasar untuk evaluasi di tahun mendatang agar lebih baik,” lanjut dia. (nt/lp/*)









