oleh

Pringsewu Barat Lestarikan Kuda Kepang

Harianpilar.com, Pringsewu – Warga Pringsewu Barat melestarikan seni budaya kudang kepang sebagai seni budaya. Hal itu dilakukan saat puncak perayakan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70.

Acara akis kuda kepang, dilapangan Komplek Masjid Sunan Giri  RT.004 Lingkungan 003 Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu. Sabtu (29/8/2015) lalu, warga antusian berdatangan menyaksikan hiburan rakyat kesenian Kuda Kepang.

Ketua Panitia Yayun, mengatakan digelarnya hiburan seni Kuda Kepang, selain dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70 tahun, juga dalam rangka ikut melestarikan khazanah budaya bangsa, khususnya kesenian tradisional. “Di samping juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahim sekaligus untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan diantara sesama warga di lingkungan Komplek Masjid Sunan Giri, Kelurahan Pringsewu Barat.” Kata Yayu.

Menurut Yayu, dalam pentas Seni Kuda Kepang tersebut, juga ditampilkan atraksi ‘Sintren’ yang merupakan salah satu kesenian khas Jawa Pesisiran. Dimana dalam atraksi sintren tersebut, ditampilkan dua orang gadis dalam posisi terikat, kemudian dimasukkan kedalam kurungan. Setelah dibacakan mantra-mantra oleh sang pawang,  kedua gadis yang sebelumnya terikat tali dalam kurungan yang sempit, dengan kekuatan magic berhasil keluar dengan posisi sudah dalam keadaan berhias dan cantik bak bidadari. (Sahirun/*)