Harianpilar.com, Mesuji – Sebanyak 40% siswa lulusan SMP tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMA di Wilayah Kabupaten Mesuji. Faktornya disebabkan jarak tempuh menuju sekolah, dan pemahaman orang tua tentang pentingnya pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Syamsudin melalui Kabid Pendidikan Menenggah Joko Nuredi, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari MKKS Tingkat SMA ada sebanyak 60% siswa kelulusan SMP yang melanjutkan kejenjang sekolah tingkat Atas. Sisanya tidak melanjutkan pendidikan, karena berbagai faktor yang melatar belakanginya. “Saat ini kita masih berjuang agar 40 persen siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ketingkat sma dapat kembali bersekolah. Meskipun 40 persen siswa yang tidak melanjutkan pendidikannya dengan latar belakang jarak tempuh pelajar menuju Sekolah, hingga minimnya pengertian dari orang tua murid untuk menyekolahkan anak-anaknya,” kata Joko.
Joko menegaskan bahwa kendala yang paling besar menjadi penyebab mereka tidak melanjutkan sekolah adalah perjalanan dari rumah menuju sekolah masih jauh terlebih akomodasi tidak memadai. Contohnya mereka menuju sekolah jauh dan memerlukan kendaraan, sementara saat ini belum ada kendaraan umum. “Yang paling penting adalah merubah pola pikir orang tua agar mau menyekolahkan anaknya. Kan sudah ada beberapa program dari kita mulai dari sekolah gratis hingga bantuan yang diberikan oleh Dinas kepada siswa,” tegasnya.
Untuk, kata Joko, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mesuji akan memastikan tahun depan minat belajar tingkat Sekolah Menangah Atas (SMA) ditingkatkan menjadi sebesar 10%. Kondisi ini dilihat banyaknya jumlah pelajar saat ini. “Selain itu, angka putus sekolah dikabupaten mesuji juga sudah beransur-ansur hilang. Tahun depan kita prediksikan jumlah siswa-siswi SMA sederajat hingga sepuluh persen dibandingkan dengan jumlah peserta didik tahun ini. Kami juga memperjuangkan agar kesadaran masyarakat benar benar peduli tentang pendidikan bagi anak-anaknya sendiri. Ini PR besar bagi kami, merubah maindset dari orang tua murid. Agar mereka mau menyekolahkan anak-anaknya ketingkat lanjut atas, yang saat ini masi minim.” jelasnya.
Joko menambahkan pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada orang tua murid. Agar tahun depan naik menjadi 70%. “Terlebih target dari kementrian di tahun 2020 ini setiap kabupaten harus bisa mencapai sebesar 93% siswanya. Jadi kita terus berupaya mencapainya,” katanya. (Sandri/Joe)









