oleh

Dinas Perikanan Lampung Utara Usul Perda Petani Ikan

Harianpilar.com, Kotabumi – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) saat ini tengah merencanakan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang usaha petani ikan berupa keramba apung di Bendungan Way Rarem Kecamatan Abung Pekurun.  Ini didasari sebuah pemikiran untuk mengantisipasi kematian ikan akibat musim kemarau.

Kepala Diskan Lampura, Paswani Hasyim melalui Kabid Produksi Riduan mengatakan, sebelumnya telah terjadi kerugian yang besar bagi petani keramba apung lantaran banyak ikan yang mati di Bendungan Way Rarem. “Berdasarkan hasil pengamatan di akibatkan arus panas pada air,”ujar Riduan, kemarin (24/8/2015).

Sementara lanjut dia, keadaan sirkulasi airnya tidak berjalan seperti saat musim panghujan, sebab debit air jadi berkurang. Oleh sebab itu terangnya, di dalam air, kadar oksigen terlarutnya sangat sedikit. “Di tempat ini hidup ribuan ikan milik petani keramba, dan tidak dilengkapi dengan grendbelt. Sehingga ikan banyak mati akibat kekurangan oksigen,”terangnya lagi.

Untuk itu kedepannya pihaknya akan mencoba membuat perda yang mengharuskan setiap petani keramba menyediakan kincir angin dan alkon di kerambanya.

Alkon, berfungsi sebagai jalan air untuk mendapatkan oksigen terlarut yang kadarnya berkurang saat musim kemarau tiba. Sementara kincir angin dapat digunakan untuk memperlancar gerakan air. “Sehingga akan terjadi sirkulasi udara di dalamnya,”terangnya. Dengan demikian lanjutnya lagi, kematian ikan dapat diminimalisir, karena airnya dapat bergerak seperti saat musim penghujan. Untuk mengantisipasi keadaan darurat, pihaknya juga akan menyiagakan petugas dari masyarakat di lapangan, yakni pokmawas (kelompok masyarakat pengawas). Ketika terjadi sesuatu di bendungan Way Rarem tugas mereka membantu masyarakat dalam penanggulangan sementara masalah. Serta melaporkan kepada Dinas perikanan setempat, jika masalah tidak bisa diselesaikan,” kata dia.

Selain itu, lanjut Riduan, pihaknya juga telah memberikan himbauan kepada para petani di Bendungan Way Rarem, sebagai langkah antisipasi menghadapi kemarau berkepanjangan seperti tahun ini. Sebagai dampak siklus lima tahunan kemarau panjang (Elnino), sehingga menurunkan produktivitas bidang perikanan. Seperti melakukan panen lebih awal, menyediakan alkon bagi pokdakan(kelompok budidaya ikan).” Bagi pokdakan yang memiliki kolam terpal untuk menutupnya, sehingga mengurangi pencahayaan langsung dari matahari. Serta memberikan antibiotik sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit timbul disebabkan oleh perbedaan suhu ekstrem siang dan malam, seperti daun pepaya muda,” pungkasnya. (Iswan/Yoan/joe)

Komentar