Harianpilar.com, Bandarlampung – Sebanyak 401 mahasiswa baru Institut Teknologi Sumatera (Itera) dikukuhkan dengan menggelar sidang terbuka tahun angkatan 2015-2016. Mahasiswa baru tersebut terbagi tujuh prodi, Fisika 31 orang, Teknik geofisika 65 orang, Teknik Informatika 66 orang, Teknik elektro 55 orang, Teknik sipil 63 orang, Teknik geomatika 51 orang, dan Perencamaan Wilayah Kota 70 orang.
Rektor Itera Ofyar Z. Tamin mengungkapkan untuk mahasiswa angkatan keempat ini, didominasi dari Provinsi Lampung yang mencapai 169 orang, sedangkan provinsi paling sedikit berasal dari Jawa Tengah hanya satu orang. “Dari 14 Provinsi yang ada di Indonesia, paling banyak mahasiswanya berasal dari Lampung terutama dari Bandar Lampung dan Lampung Selatan, sedangkan untuk Kabupaten Mesuji dan Pesisir Barat mereka tidak mengirimkan mahasiswanya, atau tidak mendaftar,” kata Ofyar, saat Pelantikan Mahasiswa Baru ITERA TA. 2015/2016 di Kampus ITERA, Selasa (18/8/2015)
Kemudian pada 2016, Itera rencananya akan menambah 10 program studi baru, diantaranya Teknik geologi,teknik Kimia, Teknik Arsitektur, Biologi, Matematika, Kimia, Teknik Industri, Teknim lingkungan,Farmasi, dan Teknik mesin. “Kedepanya Itera akan terus memperbaiki dan memperluas pelayanan sehingga kami dapat memperluas manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Rektor Itera menjelaskan, Potensi Pulau Sumatera begitu besar, sebagai pulau terbesar ke-6 di dunia, Sumatera menyimpan kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis. Sebagai contoh, Sumatera Utara menyimpan sekitar 17% cadangan air bersih nasional, Sumatera bagian Selatan menyimpan 40% cadangan nasional gas bumi dan 50% cadangan batu bara nasional, serta di Sumatera bagian Tengah menyimpan 52 % cadangan minyak bumi nasional.
Dari sektor perkebunan, Sumatera menyumbang sekitar 7 juta hektar perkebunan kelapa sawit nasional atau setara 87% luas perkebunan kelapa sawit nasional. Selain itu, potensi sebagai beranda terluar Indonesia yang menghadap langsung negara tetangga juga demikian besar untuk meningkatkan ekonomi sekaligus pertahanan Negara.
Kebutuhan sumber daya tentu tidak saja hanya terhadap sarjana teknik, tetapi kepada kebutuhan untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan tinggi kepada rakyat Indonesia, pada level provinsi, APK Lampung baru menyentuh angka 20%. Ini artinya ada 72% penduduk Indonesia usia 19-23 tahun yang belum sempat kuliah, target pemerintah pada tahun 2015 ini telah mencapai 35%.
Lebih lanjut dikatakan, idealnya jumlah populasi sarjana teknik Indonesia sejumlah 1.8 juta jiwa atau 3 kali lebih besar dari saat ini pada tahun 2010. Sedangkan periode 2011-2015 idealnya penambahan sarjana teknik seharusnya lebih dari 57.000 orang/tahun atau lebih. Tetapi tahun 2014 menurut data populasi mahasiswa teknik baru mencapai 30.000-an mahasiswa.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Arinal Djunaidi mengatakan, sasaran pembangunan di provinsi Lampung yakni terwujudnya SDM yang berdaya saing tinggi, menguasai IPTEK, sehat dan sejahtera. Sehingga ITERA diharapkan dapat menjadi salah satu shareholder yang mendukung pencapaian sasaran dimaksud. “Salah satu pintu Jalan Tol letaknya berdekatan dengan posisi Kampus ITERA. Ini akan mendukung dan mempercepat pengembangan wilayah,” ujar Sekda pada.
Pemprov rencananya membangun Pusat Olahraga berstandar nasional di kawasan Kampus ITERA. Science Park di Kampus ITERA juga dibangun sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus sebagai wadah yang biasa menghubungkan dunia penelitian dengan dunia industri. “Kedepan Kampus Itera akan dikembangkan menjadi suatu kawasan yang terintegrasi dengan pembangunan Kota Baru dan pusat pendidikan lainnya (IAIN serta UNILA) dan sekitarnya,” jelasnya. (Fitri/Juanda)









