Harianpilar.com, Bandarlampung – Tahun 2015, dipastikan tidak ada pembangunan fisik dan perbaikan sekolah. Anggaran dipangkas hingga Rp80 miliar, dari pos Rp286 miliar. Anggaran dialihkan untuk pembangunan insfrastruktur jalan dan Jembatan.
Kepala Dinas Pendidikan Lampung Heri Suliyanto kepada wartawan, pekan lalu memastikan selama 2015 tidak ada pembangunan fisik dan perbaikan sekolah. Sebab, ada pemangkasan pos anggaran pendidikan sebesar Rp80 miliar. Alasan pemangkasan itu karena Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah fokus pada kegiatan infrastruktur, baik jalan maupun jembatan. “Tahun ini kami ngalah dulu, mudah-mudah tahun depan mulai dianggarkan kembali,” kata Heri, apada acara pembukaan Jambore Penggalang Tingkat Daerah VI, Sabtu (15/8/2015) lalu..
Menurut Heri, Dinas Pendidikan Lampung pada APBD 2015 mendapatkan pos anggaran sebesar Rp286 miliar, akan tetapi pada APBD Perubahan Disdik mendapat pemangkasan anggaran.
“Ya tidak apa-apa ini kan cuma sementara, kalau dikerjakan sekarang waktunya juga terlalu mepet. Saya tidak berani bangun gedung sekolah sekarang, nanti malah tidak selesai. Tahun depan, kata Heri, Disdik kembali melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan di Lampung.
Kepala Dinas Bina Marga Lampung Budhi Darmawan Provinsi Lampung membenarkan hal tersebut. Menurut Budhi, hal itu dilakukan karena pemerintah Provinsi Lampung mengejar pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, sehingga anggaran di sejumlah pos pun dipangkas untuk menunjang hal itu. “Mulai awal Pak Gubernur, perencanaannya full design. Jadi seluruh ruas jalan yang ada di Provinsi Lampung ini semua digarap sekaligus,” kata Budhi Darmawan, kepada wartawan, usai upacara peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan RI di lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Senin (17/8/2015).
Menurut Budhi, pihaknya sudah mengerjakan semaksimal mungkin. Setelah perencanaan jadi, harus disesuaikan dengan anggaran yang sudah diprogramkan tahun ini. “Proses itu jadi agak lebih panjang sehingga kemarin kami ada keterlambatan, salah satunya karena itu,” ujarnya.
Walaupun pada tahap awal ada keterlambatan, menurutnya, tahap berikutnya diupayakan bisa lebih cepat. Lagi pula, Pemprov telah memiliki data perencanaan untuk seluruh ruas jalan di Lampung. “Jadi perencanaannya seluruh ruas jalan yang ada di Lampung ini semua digarap sekaligus,” kata dia.
Hal itu mendapat sorotan dari anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Akhmadi Sumaryanto, yang mempertanyakan pengurangan anggaran di Dinas Pendidikan sebesar Rp80 miliar itu. Sebab, menurut dia, Gubernur Lampung memiliki mimpi besar untuk membangun Lampung. Sementara untuk mewujudkan mimpi tersebut tidak akan terwujud tanpa dana yang cukup. “Kita punya potensi, kenapa tidak dimanfaatkan potensi yang ada,” kata dia. (Fitri/Juanda)









