Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung menilai pemerintahan yang dipimpin selama ini oleh Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo belum bisa memenuhi harapan sebagian besar masyarakat Lampung. Hal tersebut terlihat dari rancangan perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015.
“Masih banyak yang harus dibenahi dalam pemerintahan ini. Banyak koreksi dari parta PAN, yaitu, soal pembangunan jalan, pertanian, peternakan,” kata Skretaris Komisi II DPRD Lampung, Joko Santoso, saat Paripurna Lanjutan di Ruang Rapat Paripurna, Kamis (13/8/2015) kemarin.
Joko Santoso mengingatkan bawan masalah pertanian hingga saat ini tidak jelah akhir progresnya. “Sampai sekarang belam tahu ujung progresnya apalagi ditambahnya dengan musim kemarau yang berkepanjang. Ini bisa menjadikan masyarakat khususnya petani gagal panen, Lampung memiliki berbagai macam sumberdaya alam yang bisa dimanfaatkan. Namun hingga kini belum ada galian baru yang bisa terlihat dalam meningkankan PAD Lampung,” katanya.
Selain itu Joko menegaskan, bahwa pemerintah provinsi Lampung harus bisa memanfaatkan sumberdaya yang ada. “Kita lihat Icon kebanggan Lampung Menara Siger yang hanya membebani APBD saja. Kita minta agar ini dikaji kembali sehingga bisa menghasilkan PAD untuk Lampung terutama pada Dinas terkait,” jelasnya.
Hal senada dikatakan oleh politisi Golkar, Ririn Kuswantari, pemprov Lampung hingga kini masih memiliki PR besar yang harus diselesaikan yaitu, Kota Baru. “Pembangunan Kota Baru harus dikaji kembali, harus diselesaikan atau dihentikan, karena akan membenani APBD, seperti dana perawatan dan laiinya,” kata Ririn.
Menurut Ririn, ini merupakan pandangan dari DPRD yang harus dikaji oleh pemerintah provinsi yang dalam hal ini (gubernur). “Setidaknya kita harus menghapus pandangan masyarakat awam yang hanya taunya pembangunan itu akan dikerjakan,” tukasnya. (Fitri/Juanda)









