Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat meminta calon bupati Pesisir Barat Aria Lukita untuk menurunkan banner, spanduk atau alat peraga lain yang bergambar dirinya. Sebab, alat peraga itu tidak sesuai ketentuan yang ada di Granat.
“Harusnya Aria Lukita pakai baju Granat, alat peraganya memiliki Lambang Granat yang besar, dan didominasi warna hitam kuning,” ujar Henry Yoso pada Harian Pilar melalui ponselnya, Sabtu (16/8/2015).
Tapi yang dipasang oleh Aria Lukita justru tidak sesuai ketentuan itu. “Dalam baliho yang dipasang itu Aria Lukita malah pakai baju putih sama dengan baju di alat peraga kampanyenya. Tidak ada lambang Granat yang besar, tidak didominasi warna hitam kuning juga. Jadi harus dicopot baliho-baliho itu,” tegasnya.
Menurut Henry Yoso, Aria Lukita harus menurunkan sendiri alat-alat peraga yang ada gambar dirinya. Sehinggga tidak menimbulkan polemik. “Jangan tim calon lain yang menurunkan, silahkan Aria Lukita yang menurunkan,” tegasnya.
Henry Yoso mengatakan, dirinya memiliki hubungan dengan hampir semua calon bupati Pesisir Barat, terutama dengan Calon Bupati Pesisir Barat pasangan Oking Ganda Miharja dan Irawan Topani.” Oking itu saudara saya baik dari ibu maupun dari bapak saya. Irawan Topani itu keponakan saya benar, karena neneknya Irawan itu adek kandung bapak saya. Jadi saya tidak mau ada kegaduhan akibat masalah baliho bergambar saya itu,” pungkasnya. (Budi/Jhon)









