Harianpilar.com, Lampung Utara – Sejumlah kipas angin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) yang merupakan bantuan dari Pemkab setempat raib, bahkan tidak diketahui keberadaanya. Padahal, kipas angin bantuan tersebut baru satu tahun diterima pihak RS.
Menurut salah seorang mantan pasien di rumah sakit tersebut, Darosi (43) mengungkapkan, pada bulan Febuari 2014 lalu, setiap ruangan di RS tersebut disediakan Kipas Angin guna pendingin ruangan. Namun, saat dirinya kembali mendatanggi RSUD baru-baru ini, Kipas Angin yang ada sudah tidak terlihat keberadaannya.
“Kemana Kipas Angin RS ini, kok pada menghilang? padahal baru satu tahun pengadaan kipas itu, ” keluhnya.
Diterangkannya, tahun lalu, setiap ruangan/kamar di RSU Ryacudu disediakan Kipas Angin. Dimana pengadaan itu berdasarkan intruksi langsung dari Bupati setempat. “Waktu itu, ada pasien yang menyampaikan kepada bapak bupati tentang panasnya ruangan RS, mendengar hal itu, Bupati langsung memerintahkannya jajarannya menyediakan Kipas Angin disetiap ruangan yang ada,” terangnya.
Senada juga dijelaskan oleh salah satu pasien yang tidak ingin dipublikasikan namanya, dikatakannya, saat ini banyak pasien yang mengeluhkan panasnya ruangan yang ada di RSU Ryacudu Kotabumi. Hal itu dikarenakan tidak adanya Kipas Angin.
“Banyak ruangan yang tidak ada Kipas Anginnya, padahal keberadaan kipas itu sangat dibutuhkan oleh kami (Pasien),” jelasnya.
Seharusnya, lanjut dia, pihak RS dapat sepenuhnya melengkapi segala fasilitas yang dibutuhkan oleh pasien. Terlebih, disetiap tahunnya anggaran daerah selalu dikucurkan guna meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan di RS setempat. “Kemana anggaran yang selama ini dikucurkan Pemerintah, apa tidak cukup untuk membeli kipas angin?” tanyanya, sembari menunjukan rasa kekecewaan.
Sementara itu, Direktur RSU Ryacudu Kotabumi, Lampura, Maya Metissa membenarkan, banyaknya ruang RS yang tidak memiliki Kipas Angin dan untuk saat ini keluhan pasien terseburt baru dalam proses pengusulan. “Memang tidak ada kipas anginnya, baru juga kita rapatkan dengan Dewan (DPRD Lampura) tentang rencana pengusulan pengadaannya,” ujarnya, kepada koran ini, Rabu (12/8/2015).
Saat ditanya mengenai kebenaran pengadaan Kipas Angin tahun 2014 lalu? Maya mengatakan, tidak mengetahui tentang hal itu. Sebab, pada bulan Febuari 2014, ia belum menjabat sebagai Direktur RSUD Ryacudu Kotabumi. “Saya agak emosi jika kalian tanya tentang kipas angin itu, jangan tanyakan dengan saya mengenai hal itu,” katanya dengan nada sinis.
Bersamaan dengan itu, kepala Perawatan RSU Ryacudu Kotabumi Aprilnita membenarkan adanya pengadaan Kipas Angin pada tahun 2014 lalu, namun pengadaan itu hanya sebanyak enam unit saja. “Pengadaan itu instruksi langsung dari bapak bupati dan kesemuanya telah ditempatkan di beberapa ruangan RS,” ujarnya. (Iswan/Yoan/JJ)









