Harianpilar.com, Bandarlampung – Jelang Hari Raya Idul Fitri mendatang, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, bersama Komisi V DPR RI melakukan supervisi khusus persiapan angkutan lebaran baik di Bandara Raden Intan II dan Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Idurus Efendi mengatakan, jajarannya beserta dengan anggota Komisi V DPR RI meninjau langsung ke lapangan terkait untuk persiapan arus mudik.
” Ya, mereka supervisi khusus persiapan angkutan lebaran, pertama kesiapan bandara, cek jalan lantas tengah dari bandara ke Bakau kemudian kemudian kegiatan ASDP penyebrangan Merak – Bakau,” jelasnya, melalui telepon selulernya, Rabu (8/7/2015).
Lebih lanjut Idrus menjelaskan, ada 10 anggota DPR RI yang ikut serta dalam peninjauan ini.
“Dalam kunjungan ini ada mantan anggota DPRD provinsi Lampung Musa Zainudin dan Abdul Hakim. Hari ini kunjungan difokuskan di angkutan perjalanan,” katanya.
Diharapkan untuk arus mudik ini semua angkutan transportasi dan sarana serta prasarananya untuk lebih ditingkatkan secara perlahan untuk mengantisipasi membludaknya penumpang.
“Ya, kita sudah mulai berbenah dari beberapa waktu lalu, karena dikawatirkan akan terjadi pembludakan penumpang, mengingat libur panjang, selain itu kami juga mengecek semua bus yang beroperasi untuk mengecek surat kendaraan sampai kondisi bus itu sendiri untuk menghindari kecelakaan,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui Dishub menyatakan semua sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung arus mudik telah dinyatakan siap secara keseluruhan untuk menghadapi arus mudik.
Semua sarana, prasarana maupun fasilitas pendukungnya dinyatakan siap, namun pihaknya akan tetap mewaspadai segala hal yang mungkin akan timbul, sehingga antisipasi-antisipasi tetap akan dilakukan, terutama dalam rangka koordinasi antar satker terkait.
Ditambahkan, untuk sarana angkutan laut seperti kapal dan dermaga juga telah dipastikan dapat beroprasi secara maksimal namun dari 46 kapal yang ada, hanya 43 yang bisa diberdayakan.
tidak beroprasinya tiga kapal tersebut, dari lima dermaga yang ada saat ini untuk mengantisipasi adanya penumpukan kapal, Dishub hanya memerlukan sekitar 27 sampai 30 kapal pada musim arus mudik tahun ini. (Fitri/JJ)









