oleh

Waspada, Mesuji Diselimuti Debu

Harianpilar.com, Mesuji – Memasuki musim kemarau, masyarkat Mesuji mengeluhkan kondisi lingkungan yang mengancam kesehatan warga. Pasalnya, di sepanjang jalan Kabupaten Mesuji menjadi lautan debu. Bahkan, saat melintasi jalan tersebut masyarakat harus ekstra hati-hati hal itu karena pandangan terhalang oleh debu.

“Panas yang terjadi beberapa pekan terakhir ini sangat berdampak bagi masyarakat Mesuji dan penguna Jalan Raya Mesuji. Hal ini, disebabkan debu yang tebal menyelimuti sepanjang jalan dan perkarangan rumah warga,” jelas Santo (29) salah satu pengendara motor saat melalui Jalan Zainal Pagar Alam, Brabasan Mesuji, Senin (6/7/2015).

Dikatakannya, debu tebal yang berterbangan di sepanjang jalan ini taklain karena cuaca di Kabupaten Mesuji telah memasuki masa kemarau sehingga kondisi jalan yang berupa tanah merah menjadi lautan debu. Kondisi ini juga bisa dilihat tebalnya debu yang berterbangan saat kendaraan roda empat lewat.

“Banyak masyarakat yang harus mencari jalan alternatif lainnya untuk menghindari debu yang berterbangan disepanjang jalan. Ini dikarenakan bila melalui jalan tersebut dapat membahayakan kesehatan serta pandangan. Sebab, bila debu sudah berterbangan akibat kendaraan yang lewat kendaraan yang berada dibelakang tidak kelihatan akibat ditutup debu,” paparnya.

Hal senada dikatakan Indra (45), salah satu pengendara roda empat, mengatakan, tebalnya debu disepanjang jalan tentunya sagat menyulitkan dirinya mengendarai mobil, karena pandangan tertutup, selain itu juga meskipun kaca mobil telah ditutup rapat-rapat serta telah mengunakan AC, namun debu masih terasa terhirup.

“Ini sagat bahaya, bagi kesehatan mengapa tidak meskipun telah memakai AC, namun debu tetap mampu menerobos masuk kedalam mobil yang telah ditutup rapat. Kami, hanya berharap baik pemerintah Kabupaten maupun Provinsi agar jalan ini segera diperbaiki. Karena, kondisi jalan ini masih jalan tanah, sebab, bila jalan ini sudah diaspal kemungkinan tidak ada debu lagi disaat musim kemarau seperti saat ini,”jelasnya.

Karena, lanjutnya, meskipun Pemkab Mesuji telah melakukan berbagai upaya yakni menyiram air disepanjang jalan ini akan percuma. Sebab, aktivitas kendaraan dimesuji sagat tinggi sehingga debu yang disiram menggunakan air akan semakin menjadi karena tanah yang sudah kering kembali terangkat akibat kendaraan yang melaluinya.

“Akan percuma meskipun sesaat dapat menggurangi tekanan debu yang ada. Namun, air yang disiram disepanjang jalan tidak akan berfungsi maksimal dan debu yang ada malah makin meningkat,”tukasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji Ali Yazid MM, mengatakan, dimusim kemarau saat ini memang debu sagat banyak. Bahkan, saat ini kita sudah berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang ada untuk membantu menyirami debu disepanjang jalan.

“Sudah kita lakukan untuk menyiram debu bahkan kita telah dibantu perusahaan untuk menanggani masalah debu yang berterbangan disepanjang jalan ini. Tetapi, untuk menghilangkan debu tentunya sagat sulit tetapi menguranginya itulah yang tenggah kita lakukan dengan menyirami air ini,” tukasnya. (Sandri/Juanda)