Harianpilar.com, Lampung Utara – Sejumlah warga yang berada di Jalan Bernah-Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara Lampung Utara (Lampura) pada musim kemarau, mengeluhkan debu jalan akibat dilalui oleh kendaraan berat milik perusahaan di wilayah setempat.
Pihak perusahaan terus meraup keuntungan dari usaha angkutan barangnya, sementara warga hanya mendapat bagian debu jalan yang berdampak terhadap kesehatan.Tak hanya itu,puluhan rumahpun nyaris berubah warna karena ditempel debu.
“Ini sudah nasib kami, rumah jadi kotor kesehatan kami jadi terganggu,”ujar Rohani (43) warga setempat kepada sejumlah wartawan saat ditemui di lokasi, Minggu (5/7/2015).
Pihak perusahaan kata perempuan berkulit hitam ini, terus meraup keuntungan, sementara dirinya dan puluhan warga yang rumahnya berada ditepi jalan Bernah-Kalicinta hanya mendapatkan bagian debunya saja hingga berdampak terhadap kesehatan terutama anak-menjadi batuk dan sesak nafas.
Rohani mengungkapkan,akibat kepulan debu jalan dirinya pernah mengalami muntah dengan mengeluarkan darah selama satu pekan.”Pertama, keluar darah dari hidung saya,kemudian saya akhirnya muntah-muntah dan mengeluarkan darah,” terangnya.
Setelah berobat ke Pukesmas lanjutnya, penyakit yang didugaTBC itu,ternyata sembuh sampai sekarang. Tapi lanjutnya, akibat banyaknya kepulan debu itu, anak-akan di Kampung ini jadi Batuk dan sesak nafas. “Dan ini sangat merugikan kami selaku orang kecil,” imbuhnya.
Dia berharap,jalan yang sudah dilapisi debu dengan ukuran tebal itu, dapat disiram dengan dengan tetes tebu untuk mengurangi debu jalan.”Ya,entah siapa yang mau bertanggung-jawab, perushaan seperti nya gak mau tau keluhan dari masyarakat,”ujarnya.
Hal serupa dikatakan, Soleh (49) warga lainnya, sejak satu bulan musim kemarau ,jalan Bernah Kalicinta banyak mengandung debu lantaran badan jalan banyak tanahnya yang bercampur batu saat dilakukan penambalan jalan. “Akibatnya,rumah kami warga disini (Jalan bernah-kalicinta) ditempel debu yang ditinggalkan dari kendaaraan yang melintas.”Kalau rumah saya terutam bagian depan udah berubah warna karena ditempel debu,”ujar Soleh.
Terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Lampura Triyono berjanji akan memanggil sejumlah pihak terkait guna membahas keluhan masyarakat terkait gangguan kesehatan termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU).
”Agar dinas PU tersebut memberi teguran keras kepada pihak perusahaan. Apalagi ini menyangkut kepentingan masyarakat,” tegas Triyono.
Sayangnya,hingga berita ini dilansir baik Kepala Dinas PU Lampura Syahbudin maupun pihak perusahaan belum berhasil dikonfirmasi. (Iswan/Yoan/JJ)








