Harianpilar.com, Pesawaran – Sekertaris Daerah (Sekda) Pesawaran Hendarma, mewakili Bupati Pesawaran, Aries Sandi Darma Putra sampaikan rancangan peraturan daerah tentang Pertanggung jawaban Pelaksanaan Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2014 di Gedung DPRD setempat, Selasa (23/6/2015).
Dikatakan Hendarma, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari total pendapatan sebesar Rp 913 miliar lebih, dari target yang ditetapkan Rp 909 miliar lebih. Persentase mencapai 100,40 persen, yang menunjukkan peningkatan kinerja.
Dipaparkan Hendarma, dalam sidang tersebut, bagian PAD yang terdiri dari pajak daerah retribusi daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang sah dianggarkan sebesar Rp 31,5 miliar lebih, dapat direalisasikan sejumlah Rp 36,4 miliar lebih.
“Jumlah tersebut didapat dari beberapa komponen pendapatan daerah seperti dengan rincian Pajak dianggarkan sebesar Rp 8 miliar lebih dan terealisasi Rp 8,1 miliar lebih. Retribusi, dianggarkan Rp2 miliar lebih dan terealisasi sebesar Rp1,8 miliar lebih.
Hasil kekayaan alam yang dipisahkan dapat direalisasi sebesar Rp 245 juta lebih, berasal dari pendapatan investasi deviden penyertaan modal bank Lampung. Serta lain-lain pendapatan daerah yang sah, dimana dianggarkan sebesar Rp21 miliar lebih dan terealisasi sebesar Rp 26 miliar lebih atau sebesar 124,18 persen,” urai Hendarma.
Kemudian, lanjut dia, pendapatan transfer atau dana perimbangan tahun 2014 sebesar Rp 878 miliar lebih dan terealisasi sebesar Rp 877 miliar lebih, yang berasal dari pemerintah dan atau instansi yang lebih tinggi dengan rincian, Pendapatan bagi hasil pajak, pendapatan bagi hasil bukan pajak, pendapatan DAU dan DAK, serta bagi hasil pajak dari Provinsi.
Diterangkan Hendarma, dalam bidang belanja, realisasi anggaran belanja daerah sebagaimana dimaklumi, yang penggunaannya untuk membiayai anggaran belanja baik belanja oprasi, belanja modal dan belanja tak terduga, dengan anggaran sebesar Rp1,034 triliyun dan telah direalisasikan sebesar Rp 930,7 miliar lebih.
“Dengan rincian, belanja oprasi tahun 2014 dianggarkan sebesar Rp699 miliar lebij dan terealisasi Rp668 miliar lebih atau 95,47 persen. Dan belanja modal pada 2014 dianggarkan sejumlah Rp333,9 miliar lebih dan direalisasikan Rp 262 miliar lebih atau mencapai 78,61 persen. Ditambah belanja tak terduda yang dianggarkan Rp500 juta lebih dan tak terealisasi.
Bidang pembiayaan, kata diia, selain belanja dalam struktur APBD tahun 2014 komponen pembiayaan dianggarkan sebesar Rp124,4 miliar lebih dan terealiisasi sebesar Rp77,4 miliar lebih atau sekitar 62,23 persen.
“Rinciannya, besar penerimaan pembiayaan sejumlah Rp140 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp90,2 miliar lebih. Sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp15,8 miliar lebih dan terealisasi sebesar Rp12,8 miliar lebih,” imbuhnya. (Fahmi/JJ)









