Harianpilar.com, Bandarlampung – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan pengoperasionalan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bakauheni-Merak, Sabtu(12/6/2015). Jokowi beserta beberapa menteri-nya didampingi Gubernur Lampung M Ridho Ficardo juga meninjau lokasi titik nol km Jembatan Tol Sumatera (JTS) di Bakauheni.
Kemudian, Jokowi melanjutkan blusukan ke Sabahbalau (Km 76 JTS) guna mengevaluasi perkembangan pembangunan JTS.
Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo, mengatakan, Provinsi Lampung memiliki posisi yang strategis sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera. Dengan posisi tersebut, Provinsi Lampung memiliki beban transportasi yang tinggi baik darat maupun laut dibandingkan dengan Provinsi lain di Pulau Sumatera.
Pemerintah Provinsi Lampung didukung oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dan stakeholder terkait terus berupaya mencari solusi agar permasalahan transportasi, infrastruktur dan perekonomian dapat semakin baik.
Salah satunya adalah mengupayakan pembangunan Jalan Tol dan pembangunan Dermaga VI serta penambahan 3 unit KMP.” Alhamdulillah, atas berbagai upaya dan kerja keras tersebut, diera kepemimpinan Presiden Jokowi pembangunan dermaga ini dapat terealisasi,” jelasnya di Sabalau Lampung selatan, Sabtu (12/6/2015).
Pembangunan dermaga enam pelabuhan penyeberangan Bakauheni ini, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas kelancaran transportasi di Provinsi Lampung. Terlebih pada bulan mendatang pada saat hari lebaran, khususnya puncak arus balik arus transportasi dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya akan semakin padat karena akan dilalui para pemudik.
“Diprediksi dalam tahun ini jumlah penumpang mencapai 119.727 orang, kendaraan roda dua 16.149 dan roda empat atau lebih sebanyak 12.475 unit,” kata Ridho.
Seperti tahun sebelumnya, kemacetan yang cukup panjang terjadi di pelabuhan Bakauheni dikarenakan Dermaga yang terbatas. Oleh karena itu, dengan adanya dermaga enam dan penambahan tiga unit KMP dapat menjadi salah satu solusi mengurai dan mengatasi kemacetan yang selama ini terjadi di Pelabuhan Bakauheni.
Upaya mengurangi penumpukan pemudik dilakukan melalui antisipasi jumlah kapal, jumlah armada angkutan dan jaminan keamanan bagi pemudik selama diperjalanan dan juga di Terminal Rajabasa. (Fitri/Juanda)









