oleh

Terisolir, Warga Kualasidang Minta Direlokasi

Harianpilar.com, Mesuji – Masyarakat Kuala Sidang, Rawajitu Utara, Mesuji mendesak Bupati Mesuji Khamami agar segera memindahkan mereka kedaratan. Pasalnya, kondisi rumah yang selama ini berada di tenggah-tenggah aliran sungai Mesuji dan laut dapat membahayakan kehidupan masyarakat setempat.

Selain, membahayakan kondisi masyarakat dengan kondisi rumah yang tidak layak, juga berdampak pada dunia pendidikan di desa setempat. Sebab, kondisi sekolah yang berada di atas air juga berbagai fasilitas yang tidak memadai sehingga pendidikan di Kuala Sidang terkesan terabaikan. Ini dilihat dari kondisi ruangan serta Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa-siswi tersebut.

Wali Kelas SDS Kuala Sidang, Rosnawati, mengatakan, kondisi pendidikan di Kuala Sidang, memang sagat memperhatinkan selain fasilitas yang tidak mendukung, keberadaan sekolah ini juga diatas air sehingga saat menjalankan KBM kurang nyaman. Hal ini karena anggin laut yang kencang juga berdampak pada kegiatan KBM.

“Kita sagat khawatir bila saat mengajar anggin dan ombak laut bertiup begitu kencang. Kondisi ini juga menganggu proses belajar sebab, bagunan terasa akan roboh, untuk itu kami berharap agar Bupati dapat segera memindahkan seluruh masyarakat dan bagunan sekolah yang ada saat ini kedaratan,” paparnya.

Dikatakannya, proses belajar mengajar disini tentunya sagat memperihatinkan. Selain fasilitas yang tidak memadai, guru juga tidak mendukung. Ini bisa dilihat dari siswa-siswi mulai dari kelas 1, sebanyak 21 anak,

Kelas II, 20 anak, Kelas III, 15 anak, kelas IV, 18 anak, kelas V, 25 anak dan kelas VI hanya 8 anak. Sementara hanya diajar oleh dua guru berstatus honorer.

“Meskipun jauh dari pantauan atau dukungan Pemerintah kami tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Kuala Sidang. Dan meskipun fasiltas tidak mendukung. Untuk, tetap menjaga meskipun SDS ini hanya dua lokal atau dua kelas saja. Proses belajar mengajarnya dibagi antara pagi, dan Siang. Namun, meskipun telah dibagi pagi dan siang tetapi, gurunya tidak mendukung,”imbuhnya. (Sandri/JJ)