Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tanggamus baru akan memprogramkan pemutakhiran data penduduk pada tahun anggaran murni tahun 2016 mendatang.
Kadisdukcapil Tanggamus Irsan Rianto menjelaskan, pemutakhiran data penduduk memang dinilai sangat penting untuk mengupdate jumlah penduduk kabupaten ini. Terutama penduduk yang sudah wajib kartu tanda penduduk (KTP), dan setiap tahunnya tentu wajib KTP akan terus bertambah.
“Terakhir kita melaksanakan kegiatan program pemutakhiran data penduduk pada tahun 2010-2011. Jadi karena jika di laksanakan pada tahun tidaklah mungkin, karena untuk anggarannya sendiri sudah tidak bisa lagi kita ajukan di APBD Perubahan tahun ini, jadi akan kita ajukan pada APBD Murni tahun 2016,” jelasnya.
Dikatakannya, update data penduduk ini nantinya bisa di gunakan untuk keperluan penting. Misalnya, pihak Bank, Kepolisian dan pihak KPU. Tentunya sebelumnya melaksanakan nota kesepakatan atau momerendum of understanding (MoU) terhadap pihak terkait yang memang membutuhkan data tersebut.
“Ya mudah-mudahan ajuan kita dapat terealisasi di tahun 2016 mendatang. Sehingga, program pemutakhiran data penduduk bisa berjalan dengan baik,” harap Irsan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanggamus tengah melakukan Survey Penduduk Antar Sensus(SUPAS)Tahun 2015 terhadap 1600 sample Kepala Keluarga se-Tanggamus.
Kasi Statistik Sosial Ikhsan,SE Mewakili Kepala BPS Tanggamus,M Sholihin,SE,MM mengatakan, dalam Pelaksanaan Supas sendiri dibagi dalam 100 Blok Sensus yang tersebar di 20 Kecamatan dengan mengerahkan 30 orang Penyensus yang terdiri dari satu orang Koordinator Tim yang membawahi 2 orang Pencacah. Dan Supas ini di laksanakan selama 30 hari di bulan Mei 2015.
“Survey ini yang jelas memperbaiki Angka Penduduk tahun 2010 lalu.Supas ini pun diselenggarakan per 10 tahun sekali sama hal nya Sensus Penduduk yang nanti terlaksana pada 2020 mendatang,” ungkapnya.
Ditambahkannya, kendala dalam Supas hanyalah jarak tempuh wilayah yang cukup memakan waktu. Terutama letak Topografi Tanggamus yang masih banyak perbukitan dan menyebrangi laut.
“Ya kesulitan kita paling letak wilayah yang memang ada beberapa kecamatan yang sulit di akses,seperti Kelumbayan,Pematang sawa,Ulu Belu yang memang cukup memakan waktu,tenaga dan fikiran juga,sementara itu dari hasil Survey beberapa data yang sudah didapat kan perlu kita entri terlebih dahulu guna bahan laporan kita ke Pusat,” pungkasnya. (Imron/JJ)









