Harianpilar.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Ridho Ficardo menilai pembangunan kesejahteraan di Pulau Jawa sudah memasuki fase jenuh. Sudah waktunya pulau Sumatera menjadi penopang dan mengambil tongkat estafet pembangunan.
“Kami melihat situasi di pulau Jawa terkait program kesejahteraan sudah cukup jenuh, sudah saatnya pulau Sumatera sudah menjadi penopang dan mengambil alih tongkat estafet pembangunan di Indonesia.” ujar gubernur, di Munasus Gapensi 2015 di Novotel, Bandarlampung, dalam rilis yang diterima Harian Pilar, Kamis (28/5/2015).
Menurut gubernur, Indonesia bagian timur juga harus menjadi bagian utama dari pembangunan, sebab banyaknya potensi-potensi yang bisa digali. Untuk itu Gubernur juga meminta dukungan dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) sebagai bagian dari mata rantai pembangunan.
Gubernur juga menjelaskan pembangunan infrastruktur Lampung pada khususnya juga sudah mendapat dukungan penuh dari pemerintahan pusat, selain Grounbreaking Tol Sumatera, Presiden juga direncanakan akan melakukan Groundbreaking dermaga Bakauheuni.
Ia harap, groundbreaking atau peletakan batu pertama jangan sampai menjadi peletakan batu terakhir. Oleh karena itu ia meminta dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, masyarakat, dan pelaksana kontraktor.
Dalam Munasus Gapensi 2015 ini, sebelumnya dijadwalkan dihadiri langsung oleh Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono namun beliau kemudian berhalangan hadir karna harus meresmikan Jembatan di Sulawesi Utara dan diwakili oleh Sekjen Kemen PUPR Taufik Widjoyono.
Munasus juga dihadiri oleh Dirjen KemenPU, Ketua DPRD Lampung, Ketua Umum Gapensi, dan DPD Gapensi Lampung, serta tamu undangan lainnya. (Rls/JJ)









