oleh

Dispenda Angkat Bicara Soal Calo di Samsat

Harianpilar.com, Bandarlampung – Maraknya calo disamsat rajabasa, Bandarlampung, semakin terkuak, setelah bergulir berita beberapa hari ini tentang adanya  keluhan masyarakat terkait praktik percaloan yang terkesan terkoordinir yang diduga, dilakukan oleh para calo yang salah satunya berinisial MSB dengan salah satu oknum pejabat penerbit STNK di samsat Lampung,

Berita wartawan yang mengkritisi kinerja samsat ternyatamembuat Dirlantas meradang merasa tak ingin terpojokan dirinya sampai meminta masyarakat membantu petugas menemukan calo dan oknum tersebut dan bila berhasil menemukan akan diberi hadiah.

Setelah gencarnya pemberitaan tentang lamban nya kinerja samsat pihak Dinas pendapatan daerah melalui sekretaris Rozali angkat bicara, pihaknya menyatakan beberapa kekeliruan system yang berjalan saat ini, selama ini dispenda merasa selalu di kambinghitamkan, padahal beberapa instansi yang terlibat dalam penerimaan pendapatan daerah melalui wajib pajak di Samsat sudah memiliki tugas pokok masing-masing melalui tupoksi nya,

“Kami baca harian Pilar dan pak samsu sendiri sempat menyampaikan seperti itu, katanya sampai mau beri hadiah  saya rasa wajar, kerena ulah oknum semua harus menanggung citra jelek dimasarakat, kami sudah ada bank disana masarakat juga harusnya langsung bayar kesana, kalo ada Dugaan oknum msb dan salah satu penerbit STNK/BPKB yang mari sama sama kita buka kebenaranya,”Ungkap Rozali sekretaris Dispenda.

Sebelumnya Dirlantas polda lampung merasa geram akan adanya oknum tersebut, hingga mengeluarkan saembara ke wartawan, pernyataan tersebut didukung dan dipertegas oleh sekretaris dispenda yang merasa kecewa akan adanya dugaan pembayaran langsung dari tangan calo ke oknum petugas samsat,

“harusnya pembayaran langsung ke Bank kan kami dispenda telah menempatkan bank disana, berapa nominal yang harus dibayar ya itulah yang dibayarkan jangan masarakat di bebankan biaya lebih, kan kasian mereka sudah taat pajak malah dikecewakan apalagi harus melalui calo MSB itukan illegal,”Ungkapnya.

Dirinya mengakui, bahwa urusan system pembayaran sepenuhnya ditangani pihak petugas kepolisian yang bertugas di Samsat Rajabasa, BandarLampung seperti kepala seksi (kasi) masing-masing sesuai tanggung jawabnya, semua memiliki tupoksi masing-masing.

“Nota pajak yang kami keluarkan tidak boleh lebih, Dispenda hanya menerima uang pemasukan Negara melalui Bank yang ada disana, itu kewenangan polisi secara administrasi, selama ini dikambing hitamkan terus karena taunya masarakat selama ini kami ikut terlibat padahl oknum,”Terangnya.

Dikatakanya yang selama ini berjalan untuk membantu masyarakat hanyalah Biro Jasa Resmi yang tergabung dalam Persatuan biro jasa lampung (Perbala)  dan bila ada calo apalagi oknum yang diduga mengarah kepada anggota kepolisian yang menerbitkan STNK itu harus cepat laporkan ke Dirlantas.

“Mungkin ada oknum kami tidak menapik, disetiap samsat tidak menutup kemungkinan banyak karna bukan isu asing ditelinga banyak masyarakat yang mengeluh, kami juga meminta media membantu,”Pungkasnya.

Diakatakanya seharusnya masyarakat yang wajib pajak diberikan penghargaan untuk merangsang, bukan dengan membebani masyarakat. (Putra)