oleh

Disdikbud Belum Terima Rekapitulasi Hasil UASBN

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Hery Suliyanto memastikan rekapaitulasi hasil UASBN dari 15 Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota belum dilaporkan ke pihak Disdikbud Lampung.

“Kita belum dapatkan itu dari pihak mereka, mudah-mudahan dalam minggu ini kita bisa dapatkan jawaban dan perkembangannya,” ungkapnya, Kamis (21/5/2015).

Diakuinya keterlambatan pengiriman laporan rekapitulasi hasil UASBN SD/MI dari 15 kabupaten/kota terkendala adanya 4 soal yang tidak lengkap di UASBN hari pertama mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia.

“memang hasilnya itu tidak kita bobotkan dalam perhitungan nilai (UASBN). Ini baru perkiraan kami dengan terdapatnya kekurangan itu, pihak kabupaten/kota dengan pemindaian juga masih menghitung nilai yang dianggap bonus itu,”imbuhnya.

Walau demikian secara keseluruhan pelaksanaan UASBN SD/MI di lampung berjalan dengan baik. Baginya setiap kelemahan hal teknis dalam proses ujian hal wajar sehingga tidak mengganggu regulasi secara keseluruhan. “memang dari tiap polemik (kekurangan) ada dampaknya. Kekuarangan ini kan hanya seputar hal teknis yang cilik-cilik saja,”kilahnya.

Selain itu, Hery berujar nilai UASBN SD/MI masih dijadikan standar pertimbangan nilai memasuki tingkat SMP. Apalgi dengan adanya bina lingkungan dan regulasi online jelas jadi tantangan baru untuk mendapatkan SMP favorit.

“memang UASBN fungsinya sama seperti UN SMP dan SMA yang tak lagi standar kelulusan, tapi nilainya jadi pertimbangan siswa bisa diterima disekolah berikut. Ini juga harus dicermati, karena nilai (UASBN) juga diperhitungkan. Jadi meski kemarin ada kelemahan, pihak sekolah lanjutan (SMP) juga akan tetap menggunakan nilai ini untuk mengukur tingkat akademis para siswa SD,”ujarnya.

Sementara itu, menurut salah satu staf di Dinas pendidikan Kota Bandar Lampung yang enggan disebut namanya, Kamis (21/5/2015) menyebut proses pengiriman rekapaitulasi hasil UASBN belum dikirim ke Disdikbud Lampung terlambat bukan karena ada 4 soal bahasa Indonesia tidak lengkap.

Saat ini pihaknya masih melakukan proses pemindaian maupun verivikasi ulang terhadap lembar jawaban UASBN (LJ-UASBN) pertiap mata pelajaran dari ujian akhir sekolah tingkat pendidikan dasar (dikdas) itu yang dilakukan sejak 18-20 mei lalu.

Terkait adanya 4 naskah soal tidak lengkap di mapel bahasa indonesia, dia enggan menyebut pihak Disdik Kota Bandar Lampung merasa kecolongan. Pasalnya, pihaknya pun mendapatkan naskah soal tersebut dari pihak rekanan percetakan naskah soal beserta lembar jawaban UASBN SD tingkat nasional yang ditenderkan Disdikbud Lampung dari percetakan di Kudus, Jawa Tengah.

Terkait hal itu juga, dia meyakini Kabiddikas Disdik Bandar lampung telah memanggil seluruh kepala SD di Bandar Lampung untuk menanyakan tidak lengkapnya 4 soal mapel Bahasa Indonesia. Dikatakannya, pihaknya sudah dikoordinasi oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

Selain itu, meski 4 soal bahasa Indonesia tidak lengkap tapi pihak Disdik bandar lampung tetap melakukan verivikasi terkait LJUASBN mapel tersebut dan mengirimkan seluruh hasilnya bersama mapel lain ke Disdikbud provinsi dalam waktu dekat.

Masih menurut dia, disinggung fungsi nilai UASBN akan tetap sebagai pemetaan kualitas belajar siswa, sekolah dan daerah. Terkait kelulusan, Disdik akan kembalikan para otonomi penilaian di setiap sekolah. Makanya daripada terus mencari sumber kekurangan pelaksanaan, tapi dia sebaiknya meminta publik agar fokus pada fungsi dan alokasi UASBN yang jelas.

”pihak kami melalui Kabiddikdas telah melakukan investigasi dan mengumpulkan para kepala sekolah untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut. Tapi kita minta publik sikapi hal ini dengan positif dan tidak terlalu membesarkannya. Kita seharusnya bersyukur proses Ujian (UASBN) berjalan baik. Ini sebagai pertanda dunia pendidikan Indonesia ini semakin maju dan matang,” tandasnya. (Lia/JJ)