oleh

Ancam Kenyamaan Pemudik, 380 Lampu Jalan Soetta Mati

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kenyamanan para pemudik lebaran yang mengguna jalur Soekarno-Hatta (Soetta) Bandarlampung terancam terganggu. Penyebabnya, ada sekitar 380 titik lampu penerangan jalan tersebut tidak berfungsi.

Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Jalan Umum Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Kota Bandarlampung Basuni Ahyar mengakui, jika sampai saat ini memang lampu di Jalan Bypass Soekarno-Hatta belum berfungsi, sebab  pihaknya masih menunggu serah terima dari Balai Besar Kementrian Pekerjaan Umum untuk pemeliharaan lampu jalan tersebut,

“Sampai saat ini belum diserahkan, kami tidak tahu alasan persis kenapa belum juga diserahkan, kalau belum ada surat resmi kami tidak bisa menghidupkan lampu tersebut,” kata Basuni, belum lama ini.

Diterangkannya, pihaknya baru akan siap menanggung biaya perawatan dan pembayaran lampu jika lampu jalan by pass dalam kondisi hidup.

“Kami masih menunggu hidup, kalau masih dalam keadaan mati kami tidak mau, sebab yang harus membeli daya kepada PLN itukan mereka (Balai Besar Kementrian PU),” ungkapnya.

Seharusnya, sambung Basuni, penyerahan surat resmi dan berita acara diserahkan kepada Disbertam Kota Bandarlampung sejak tahun 2014.

“Seharusnya sudah dari tahun kemarin, kami sudah menyiapkan dana untuk bayar listrik per bulan, sampai sekarang statusnya masih menggantung jadi kami sama-sama menunggu,” tegasnya.

Diungkapkanya, pihaknya telah menyiapkan dana untuk membayar lampu sebesar Rp300-400juta/bulan yang akan dibayarkan kepada PLN.

“Itu kami hitung rata-rata kurang lebihnya segitu,kalau TDL (Tarif Dasar Listrik) naik bisa saja tarifnya juga naik,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan, Walikota BandarlampungHerman HN. Menurutnya, Pemkot tidak ada kendala, lampu semuanya sudah siap dinyalakan, namun pengoperasian lampu jalan tersebut tergantung kepada PLN.

“Namun hidup matinya lampu ini kan tergantung dengan ketersediaan listrik. Sekarang kalau PLN siap enggak sediakan dayanya. Kalau dari Pemkot sudah siap, tinggal dinyalakan saja lampu itu,” kata Herman.

Menurutnya, pihak PLN mengaku belum sanggup menyalakan lampu di sepanjang jalan tersebut lantaran keterbatasan arus listrik.

“Ketersediaan listrik ini kan masih rendah, kalau infrastruktur lampunya  memang sudah tersedia sampai tahun kemarin. Listriknya yang enggak ada,” terangnya.

Terpisah, General Manager (GM) PLN Distribusi Lampung I Made Artha, mengungkapkan, kebutuhan listrik di Lampung memang tergolong besar. Yakni sebesar 250 MW.

“Kebutuhan kita masih disupport lewat Sistem Interkoneksi Sumatera Selatan. Dengan penggunaan pada beban puncak mencapai 710 MW, sedangkan daya yang tersedianya hanya 774 MW. Surplus 64 MW, padahal kebutuhan dealnya adalah 1000 MW, dengan cadangan sekitar 200 MW.” katanya

Sehingga, sambung dia, sementara ini PLN terpaksa menolak permintaan pemasangan listrik dalam skala besar.

“Mungkin nanti setelah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulu Belu dan Rajabasa Baru beroperasi. Nanti akan ada tambahan kapasitas produksi listrik masing-masing 110 MW dan 220 MW, disana baru kemungkinan bisa didistribusikan” tandasnya. (Buchari/JJ)