Harianpilar.com, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) setempat, bekerja sama dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) kembangkan budidaya Tembakau dengan luas lahan 110 hektare di Tanggamus mulai tahun 2015 ini. Tembakau yang dihasilkan untuk pasokan PT. Gudang Garam (GG) dan PT. Djarum serta pangsa pasar luar negeri.
Menurut Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Satrawinata, S.PKp mendampingi Kepala Dishutbun Tanggamus Ir.FB.Karjiyono, adapun varietas Tembakau yang akan dikembangkan adalah jenis lokal yang bibitnya dari APTI Sumedang dan Klaten. Dari APTI Sumedang bibit Tembakau yang akan dikembangkan adalah Tembakau Hitam dan Tembakau Mole kualitas luar negeri, dan dari Klaten Tembakau Bligon yang khusus untuk di pasok ke PT GG dan Djarum.
“Saat ini Program budidaya Tembakau lokal ini sudah mulai berjalan di beberapa Kecamatan seperti Bulok, Pulau Panggung, Talang Padang, Air naningan dan Pugung, sistemnya adalah kemitraan dengan APTI Sumedang dan Klaten yang di fasilitasi APTI Kabupaten Tanggamus dan Provinsi Lampung,” katanya, Selasa (28/4/2015).
Sastrawinata mengatakan, melalui sistem kemitraan ini, bibit serta pembinaan serta fasilitas paska produksi di sediakan oleh APTI, adapun hasil produksi akan di tampung oleh APTI yang akan di salurkan ke pangsa pasar yang telah bekerjasama dengan mereka.
“Yang akan dibeli dari para petani Tembakau kita nantinya sudah berbentuk rajangan (daun Tembakau yang sudah di iris dan di jemur), sesuai permintaan APTI, Tembakau rajangan hitam dan mole akan di pasarkan ke luar negeri produsen rokok, dan Tembakau rajangan Bligon untuk di pasok ke PT.GG dan PT. Djarum di pulau jawa,” ujarnya.
Sastrawinata menerangkan, untuk saat ini petani yang mulai melirik budidaya Tembakau ini hanya 5 Kecamatan, yakni Pulau Panggung, Talang Padang, Airnaningan, Bulok dan Pugung, yang mana telah memiliki lahan sekitar 60 Ha lahan pertanian, dan untuk mencapai 110 Ha target tahun ini, maka pihak Dishutbun terus mensosialisasikan program ini, sekaligus memberikan Bimbingan Tekhnis dan bantuan alat sarana pertanian.
“Kami optimis tahun ini akan tercapai target tersebut, minimalnya sekitar 75 persen, untuk 5 Kecamatan ini sebenarnya sudah lama mengembangkan Tembakau Virginia, namun karena saat ini PT. Alliance One Internasional (AOI) asal USA telah tidak bermitra lagi dengan petani, maka kami mencarikan solusi dengan bekerja sama dengan pihak APTI, dan mudah mudahan akan lebih berkembang lagi budidaya Tembakau di Tanggamus,” terangnya.
Budidaya Tembakau sendiri sangatlah bernilai ekonomis tinggi dengan harga Rp 2 ribu – Rp.2.500 per Kg dalam keadaan basah, maka di prediksi keuntungan bersih dalam satu Ha lahan, sebesar Rp 25 juta saat panen satu kali masa tanam, sebab produktifitas satu Ha lahan 18-22 ton, adapun masa tanam dalam satu tahun, dua kali masa tanam, yaitu Januari-April dan Mei-September. (Imron/JJ)









