oleh

Pemprov Anstisipasi Gerakan ISIS

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemprov Lampung melalui Sekretariat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) gencar melakukan sosialisasi guna menekan pergerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Richard Syarnubi, mengatakan, provinsi Lampung selama ini dianggap tidak memiliki daerah rawan gerakan isis. “Alhamdulillah Lampung tidak ada indikasi gerakan radikal isis, mungkin hanya ada beberapa orang, karena peran aktip masyarakat jadi setiap organisasi yang dicurigakan langsung bisa diatasi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, (24/4/2015).

” Paham masyarakat yang sudah menuju ke gerakan maka itu yang harus diwaspadai dan perlu adanya penindakan oleh aparat petugas, kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus bersama-sama mengawasi lingkungan sekitar kita, kalau ada suatu perkumpulan atau organisasi yang mencurikan agar bisa langsung kita cari tau pergerakan apa di sana,” jelasnya.

Sudah lama ISIS menjadi ancaman Indonesia, dan bahkan menjadi ancaman tersendiri takutnya masyarakat terpengaruh dengan jihad yang dibawa oleh ISIS. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak pengamanan lainnya untuk memperketat pengamanan, dan selama ini Lampung sudah termasuk aman, dan itu belum cukup jika ISIS ini masih berkeliaran di Indonesia,” paparnya.

Richard mejelaskan, Kesbangpol berharap pada forum kerukunan umat beragama dan masyarakat agar selalu memantau kegiatan anak muda dilingkunganya masing-masing. ” Kita juga memiliki program radikalisasi terhadap kelompok yang mempunyai paham radikal, kita lakukan upaya-upaya untuk meredam gerakan itu di masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Gerakan radikal seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus menjalar kemana-mana, sementara ini Lampung belum ada indikasi gerakan ISIS. Namun untuk menghambat dan menyadarkan masyarakat terhadap gerakan tersebut pemerintah Lampung bekerja sama dengan TNI/Polri, Universitas untuk melakukan sosialisasi bahanya gerakan ISIS.

Beberapa waktu lalu pemerintah Provinsi Lampung melakukan sosialisasi bahanya gerakan radikal ISIS, di susul dengan pergurungan tinggi Universitas Lampung dan Institut Agama Islam Negri Lampung, dengan pembahasan yang sama pemuda Lampung harus menolak dan curigai gerakan yang menuju radikal. Disaat yang sama banyak orang-orang dan kelompok radikal lain, yang kemudian juga akhirnya bergabung dengan ISIS, tetapi di Lampung aman dari kegiatan itu, namun pemuda yang harus ikut serta mengamankannya selain petugas, dikatakan oleh Kepala Penerangan Komando Gatam/043, Mayor Prabowo.

Sementara itu, situasi dan gerakan kelompok radikal global dan regional tersebut akan berpengaruh pada gerakan radikal di Indonesia. “Lampung, agar tidak kecolongan, pihaknya terus tingkatkan pengamanan dan mengamankan secara optimal, seperi, tempat-tempat ibadah, tempat acara keagamaan dan tempat keramaian lainnya,” terangnya. (Fitri/JJ)