oleh

AKP Titin Maezunah: Hari Kartini Kristalisasi Perjuangan Perempuan

Harianpilar.com, BandarLampung – Hari Kartini yang jatuh pada 21 April tidak hanya semata-mata dimaknai sebagai kebangkitan kaum perempuan dalam hal emansipasi, namun lebih dari itu. Bagi  Kasubag Humas Polresta Bandarlampung AKP Titin Maezunah, peringatan Hari Kartini merupakan sebuah kristalisasi dari perjuangan seorang wanita untuk memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan di mata hukum.

Sehingga perayaan demi perayaan bukan hanya hiasan sanggul pada acara peringatan semata, namun harus dihayati dan diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.

Namun bagi sosok AKP Titin Maezunah yang akrab disapa Oma ini semua tampak berbeda, seorang ibu yang telah melahirkan tiga orang anak ini hari-hari yang dilalui nya tampak berbeda, betapa tidak selain tugas yang kian menuntut kinerjanya di Polresta Bandar Lampung beliau juga harus mengemban tugas pengayom bagi masyarakat luas dan ketiga anaknya, beliau juga harus sebagai seorang istri yang baik bagi  suami tercinta  yang kini bertugas Mapolda Lampung.

“Dengan hadirnya Hari Kartini ini kita sebagai kaum wanita sungguh merupakan suatu kebanggaan dengan perjuanganya wanita Indonesia sudah ada yang menjadi Presiden Republik Indonesia, sudah ada persamaan gender” imbuh wanita kelahiran Magelang, Jawa Tegah, 6 juni tahun 1963 ini.

Sebagai wanita yang bertugas menjadi Kasubag Humas Polresta Bandarlampung tentunya, Titin menegaskan jika dirinya harus melakukan pelayanan maksimal terhadap seluruh lapisan  masyarakat.

“Kita haruslah mampu berjuang lebih sebab secara sapta karya kita mampu bahkan setara dengan lainya nah ketika kita diberikan kepercayaan dalam mengemban tugas jangan sampai melupakan tugas utama sebagai seorang istri dan ibu bagi anank-anak,” terangnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung  Kompol Deri Agung Wijaya menilai Titin Mauzenah adalah sosok seorang perwira yang disiplin terhadap waktu dan selalu bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya

“Seorang AKP.Titin Mauzenah adalah Polwan senior yang kuat, tegar dan berdedikasih tinggi terhadap polresta yang pasti bertanggung jawab, disiplin terhadap waktu dan tegas,” ujarnya.

Terakhir Deri menegaskan jika peringatan Hari Kartini jangan hanya dijadikan perayaan belaka, namun perjuangan Kartini harus lebih dimaknai lagi sehingga dapat menginspirasi setiap wanita-wanita yang ada di Indonesia.

“Kita perlu memaknai perjuangan Kartini secara lebih konkrit dan aplikatif untuk kemajuan bangsa saat ini, jangan terpaku pada himbauan mengenakan pakaian daerah sehingga terkesan peringatan Hari Kartini akhirnya berujung pada sanggul dan kebaya,” terangnya. (ADV)