Harianpilar.com, Bandarlampung – Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lampung Mingrum Gumay tuding Maruly Hendra Utama hanya bermanuver dan terkesan main – main lantaran aktivis tersebut memiliki keinginan untuk meminang Eva Dwiana, istri incumbent Walikota Bandarlampung Herman HN sebagai wakil.
Dikatakan Mingrum, proses mekanisme penjaringan telah selesai dan memasuki tahapan survei. Sementara diketahui jika Eva Dwiana tidak mendaftar dalam penjaringan dan justru sebagai salah satu tim penguji (fit and proper tes) Balonkada.
“Jadi saya kira apa yang dilakukan Maruly hanya sekedar manuver dan main-main saja, itu tidak mungkin terjadi, hanya wacana saja,” tegas Mingrum Gumay, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (8/4/2015).
Mingrum membantah saat ditanya mengenai adanya kemungkinan manuver yang dilakukan Maruly hanya bertujuan untuk membelah kekuatan Herman HN. “Ya nggak mungkin seperti itu, Pak Herman HN kan sudah mengikuti mekanisme penjaringan sesuai prosedur. Jadi tidak ada pembelahan seperti dimaksudkan,” tepisnya.
Terkait pernyataan Mingrum Gumay, Maruli secara tegas jika dirinya hanya main-main meminang Eva Dwiana.
“Saya tidak main-main untuk meraih kemenangan bersama PDI Perjuangan,” kata Maruli, melalui rilis, Kamis (9/4/2015).
Maruli justru mempertanyakan mengapa bukan Eva Dwiana sendiri yang langsung menjawab pinangannya untuk berpasangan pada Pilkada Bandarlampung. Tetapi kok justru Sekretaris DPD PDIP Lampung Mingrum Gumay.
“Mengapa penilaian sekretaris DPD PDI Perjuangan mengatakan Maruly main-main dalam memilih Ibu Eva Dwiyana sebagai wakil walikota,” sergahnya.
Maruli seperti heran, mengapa Sekretaris DPD PDI Perjuangan seperti tidak percaya dengan keinginan tulus tersebut yang telah mendapat persetujuan Jend Purn Hendropriyono.
“Sudah menjadi rahasia umum bahwa Ibu Eva sangat berpengaruh dalam pemerintahan kota Balam. Mengapa harus dibelakang suami jika memiliki pengaruh dan potensi untuk memimpin. Oleh karenanya saya Ajak bu Eva untuk tampil menjadi wakil saya,” ujarnya. (Lia/JJ).









