Harianpilar.com, Bandarlampung – Tahun 2015, Provinsi Lampung memiliki kuota jemaah haji 5.026, angka tidak mengalami penambahan dari tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Haji dan Umroh Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Lampung Luqmanul Hakim mengatakan, jumlah tersebut termasuk di dalamnya tim pemandu haji daerah (TPHD) dari 15 kabupaten/kota di Lampung. Sedangkan untuk TPHD orangnya ditentukan oleh bupati dan walikota.
“Bagi jemaah haji yang sudah terdaftar, kami berharap hendaknya memenuhi segala persyaratan atau administrasi perjalanan haji, termasuk pasport,” jelasnya, di sela-sela sosialisasi pembuatan pasport biasa dan surat perjalanan calon jemaah haji di Kanwil Imigrasi Kelas 1 Bandarlampung, Rabu (8/4/2015).
Pembuatan Pasport haji pada tahun ini berbeda dibanding tahun lalu. Jika dulu pasport jemaah haji ditangani oleh Kemenag, tapi sekarang calon jemaah haji yang membuat dengan biaya sendiri.
“Ini ditujukan untuk mempercepat persyaratan, nantinya calon jemaah haji yang sudah membuat pasport bisa melapor ke Kemenag, dan akan diganti biaya pembuatan pasport, sekarang tidak bisa menggunakan keterangan identitas asal-asal, identitas yang digunakan harus sah dan jelas,” paparnya.
Lebih lanjut Luqmanul menjelaskan, sedangkan untuk biaya pembuatan pasport perjalanan haji sebesar Rp360 ribu, dan persyaratan sama seperti pembuatan paspost biasa dengan mengacu pada aturan Keimigrasian.
Ditambahkan Luqmanul, untuk masyarakat Lampung yang sudah mendaftar (waiting list) sebagai calon jemaah haji sampai saat ini berjumlah 75 ribu orang dengan asumsi pemberangkatan sampai tahun 2030.
“Kemungkinan tahun 2017 kuota kita kembali normal atau bertambah, jika renovasi dan pelebaran Masjidil Haram dan Nabawi selesai tahun 2016. Kuota haji kita beberapa tahun ini kan dikurangi oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi,” jelasnya. (Fitri/JJ). ine-height:115%;font-family:”Helvetica”,”sans-serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;color:black;mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;mso-bidi-language:AR-SA’>”Majunya Kabupaten Lampung Utara bukan karena Bupatinya, melainkan dukungan dan kerja sama yang saling bahu membahu dari pihak terkait dan seluruh elemen masyarakat,” terangnya. (Iswan/Hery/JJ)









