oleh

Bandarlampung Perlu 25 Ribu Lampu Jalan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (Disbertam) Kota Bandarlampung menyatakan Kota Bandarlampung membutuhkan sekitar 25 ribu titik lampu jalan. Untuk memenuhi hal itu, diperlukan dukungan berbagai pihak terutama Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan DPRD setempat.

Kabid Penerangan Jalan umum dan Pemakaman Disbertam Bandarlampung, Basuni Akhyar, mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan DPRD dan PLN untuk memenuhi keinginan warga Bandarlampung terkait lampu penerangan jalan.

Menurutnya, pemasangan lampu jalan tidak bisa dilakukan tanpa tiang dan jaringan listrik, serta anggaran. Karena tahun 2015 tidak ada dukungan anggaran. “Kita bukan tidak ingin memenuhi permintaan masyrakat, tapi pemasangan lampu jalan butuh tiang listrik dan jaringan, yang punya kewenangan tiang dan jaringan itu PLN. Kita hanya pasang lampu dan bayar,” jelasnya saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (8/4/2015).

Menurutnya, hingga saat ini di wilayah Bandarlampung terdapat 15 ribu titik lampu penerangan jalan, dan anggaran pemeliharannya mencapai Rp 1,4 miliar. Sedangkan terkait kebutuhan lampu jalan mencapai sekitar 25 ribu titik.

“Kalau soal kebutuhan idealnya Bandarlampung butuh 20-25 ribu titik lampu penerangan jalan. Sedangkan sekarang baru 15 ribu, baik yang legal maupun yang dipasang warga sendiri,” jelasnya.

Pemerintah Kota Bandarlampung bukan tidak sanggup memenuhi permintaan pemasangan lampu jalan, namun kendala utamanya adalah kemampuan PLN Lampung yang belum bisa memenuhi kebutuhan listrik di Lampung.

Untuk jalan baypas saja, lanjutnya, sampai saat ini belum menyala meskipun jaringan tiang dan lampunya sudah ada sebanyak 1000 titik. “Bukan kita tidak mau, tapi apakah PLN sangggup memenuhi kebutuhan listrik, sekarang saja 1.000 titik lampu jalan soekarno hatta bypass belum nyala,” bebernya.

Dia menjelaskan estimasi harga satu titik lampu jalan dengan dua cabang lampu lengkap, termasuk jaringan kabel bawah tanah sampai lampu tersebut menyala, dibutuhkan dana sekitar Rp 20 juta.

“Kalau mau dihitung kebutuhan satu titik lampu jalan lengkap sampai lampu hidup, termasuk ornamen sigernya bisa sampai Rp 20-22 juta. Makanya kita nanti tahun 2016 akan programkan biar bisa masuk APBD,” pungkasnya. (Buchari/Juanda)