oleh

Ridho Apresiasi Armabar Marinir

Harianpilar.com, Pesawaran – Pucuk pimpinan Brigade Infanteri (Brigif) -3 Marinir Piapung kembali berganti. Pergantian Komandan Brigif-3 Piabung dari Kolonel Marinir Suherlan, S.E kepada Kolonel Marinir I Wayan Ariwijaya ini berlangsung di lapangan Markas Brigif -3 Marinir, Piabung Kabupaten Pesawaran.

Serah terima jabatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Faridz Washington dan dihadiri juga oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Pada kesempatan ini, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardomengharapkan keberadaan Brigif-3 Piabung dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

Gubernur Termuda di Indonesia ini meminta Pasukan Petarung Harimau Sumatera juga dapat menjaga harmonisasi hubungan antara Pemda Lampung bersama masyarakat serta unsur TNI dan Polri secara keseluruhan.

“Eksistensi Korps Marinir Piabung sekiranya dapat bersinergitas bersama pemda dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan pemerintah daerah menuju kesejahtraan dan kemakmuran,” tandasnya.

Ridho juga menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap pembangunan Armada Barat (Armabar). Menurutnya, keberadaan Armada Markas Barat nantinya dapat bermanfaat sebagai salah satu satu tempat komando laut wilayah barat.

“Kita dukung rencana pembangunan Armabar ini. Lampung akan semakin besar dengan adanya Armabar yang ditempatkan di Teluk Ratai Piabung. Nantinya pasti dibentuk sebuah Kesatuan Divisi Pasukan Marinir dengan dibawah komando seorang Brigjend,” ungkapnya.

Sementara, Komandan Korps Marinir, Mayjend Ahmad Faridz Washington, mengucapkan terimakasih setingginya atas pengakuan Pemerintah Provinsi Lampung dengan keberadaan Brigif 3 Marinir Piabung. Komandan Marinir Bintang dua ini, juga berpesan dengan seluruh anggota prajurit berseragam loreng, khususnya pasukan petarung harimau sumatera agar menjaga hubungan baik dengan pemda, dan terutama dengan masyarakat lingkungan Markas Brigif 3 Marinir juga sekitarnya, serta menjalin keharmonisan, keselarasan dan keserasian diantara TNI dan Polri.

“Terpenting adalah menjaga nama baik kesatuan. Dan Pasukan marinir piabung mesti selalu siaga I terhadap ancaman pertahanan dan keamanan baik itu diwilayah Lampung khususnya, maupun dalam melaksanakan tugas utama menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Menanggapi itu, salah satu Anggota Prajurit Marinir, Kopda MAR- Arohman, menyatakan sebagai seorang abdi Negara, prajurit seperti dirinya siap dan patuh pada satu komando atas tugas diembannya. Menurutnya, suatu kewajiban bagi prajurit untuk melaksankan tugas maupun perintah/intruksi pimpinan (komandan). Sedangkan, dalam hal menjaga dan mengamankan kedaulatan NKRI, kata Arohman, merupakan harga mati bagi seorang prajurit.

“Melalui giat berlatih, serta mempersiapkan mental serta fisik. Kemudian latihan secara kontinyu baik itu perorangan, kelompok, regu, dan kompi maupun setingkat batalyon kami berupaya selalu maksimal meningkatkan kemampuan juga skil khusus dalam bertempur. Ini dimaksudkan menjaga stabilitas dan ketahanan keahlian seorang prajurit untuk ‘siaga I’. Seperti hal semboyan pasukan ‘lebih baik mandi keringat dimedan latihan daripada mandi darah dimedan penugasan,’ ujarnya dengan semangat.

Arohman yang memilik NRP 103363 ini keseharian bertugas pada batalyon infantri 9 Marinir beruang hitam, sebagai anggota regu pandu tempur Kompi Harimau. (Fahmi/Juanda)