oleh

Penetapan Lokasi Jalan Tol Sumatera (JTS) Sudah Ditetapkan

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pembangunan Jalan Tol Sumatera (JTS) dalam waktu dekat ini akan segera terealisasi. Pasalnya, Pemprov Lampung telah melakukan Penetapan Lokasi (Penlok) jalur yang akan digunakan.

Ketua Tim I Panitia Persiapan Pembebasan Lahan Tol ruas Bakauheni- Natar, Adeham mengatakan, Penlok akan dilaksanakan hari Senin (6/4/2015). Sebelum penlok dilakukan nantinya akan dilampirkan berita acara persetujuan antara pemerintah dan warga, serta peta lokasi yang akan digunakan.

“Setelah itu, baru kami sampaikan ke pusat (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dan diteruskan ke pak presiden untuk kesiapan,” jelasnya, saat dihubungi via telepon, Minggu (5/4/2015).

Menurut Adeham, untuk melakukan Penlok, Tim I akan mengumpulkan Babinsa, Babinkamtibmas, camat, serta lurah di Kecamatan Bakauheni. Pertemuan ini juga akan mengumpulkan warga Desa Bakauheni, Klawi dan Hatta yang terkena pembangunan, untuk menegaskan kembali pernyataan mereka yang setuju dengan pembangunan mega proyek ini.

Jalur Tol di 3 Desa ini sepanjang 8,8 kilometer, yang mana akan digunakan sebagai ground breaking atau peletakan batu pertama.

“Senin ini kami turun kembali, memastikan benar-benar kepada masyarakat supaya tidak timbul masalah dan hal-hal yang tidak diinginkan, tim kami akan turun bersama dengan Bupati Lampung Selatan,” ujarnya.

Pembangunan JTS ruas Bakauheni-Terbanggibesar sepanjang 140,41 kilometer segera dimulai sejalan dengan diterbitkan Surat Persetujuan Penetapan Lokasi Pembangunan (SP2LP).

Sedangkan untuk pemasangan tiang pancang pertama (ground breaking) yang akan dilaksanakan di Bakauheni ada beberapa tahap yang harus diselesaikan selain diterbitkanya SP2LP.

Sedangkan terkait groundbreaking sampai saat ini pemerintah provinsi Lampung belum mengetahui akan dilaksanakan pada tanggal 21 April mendatang.

“Saya belum dapet informasinya, mungkin bapak Gubernur langsung. Sebab, beliau yang ikut rapat di pusat,” kata Adeham.

Tol Bakauheni-Terbanggi Besar merupakan bagian dari proyek pembangunan Tol Trans Sumatera yang membentang dari Lampung hingga Palembang sepanjang 434 kilometer.

Untuk membangun Tol Trans Sumatera tersebut, Pemerintah sudah membentuk konsorsium yang dipimpin PT Hutama Karya dengan anggota PT Wijaya Karya Tbk, PT Waskita Karya Tbk dan PT Jasa Marga Tbk.

Bakahueni-Terbanggi Besar digarap Hutama Karya, sedangkan Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dikerjakan Jasa Marga, sedangkan yang akan membangun ruas tol Palembang-Tanjung Api-Api sedang dicari.

Menurut catatan, anggaran Rp110 miliar tersebut adalah bagian dari Rp5 triliun APBN-P 2015 yang dianggarkan untuk pengadaan tanah pembangunan jalan tol seluruh Indonesia.

Pembangunan jalan tol Tran Sumatera tersebut terintegrasi dengan seluruh konsep pengembagan kawasan MBBPT meliputi pengembangan pelabuhan Merak dan Bakauheni, delapan kawasan ekonomi potensial, empat kawasan industri, dan dua kawasan ekonomi khusus yakni Tanjung Api-Api dan Tanjung Lesung.

Secara keseluruhan, ruas tol yang dibangun secara bersama dengan BUMN Konstruksi tersebut layak secara ekonomi, tetapi tidak layak secara finansial. (Fitri/JJ).