oleh

BNN Bersama Tim PKK Gelar Seminar Narkoba

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dalam rangka menekan peredaran narkoba, tim penggerak PKK dan Badan Narkotika Nasional (BNNP) Lampung dan pihak kepolisian terus melakukan sosialisasi dan seminar kepada kepala/ketua lingkungan yang ada di Bandarlampung. Diharapkan dengan terus melakukan pencegahan Provinsi Lampung bisa menekan angka pengguna narkoba dan juga bisa menghambat perdagangan narkoba di masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Lampung, Abadi Azra’I, seminar yang dilakukan pada dua angkatan yang berjumlah sepuluh kelurahan tidak hanya berhenti di ruang seminar saja tapi diharapkan pada peserta seminar agar mampu menciptakan lingkungan bersih dari Narkoba dan partisipasinya dalam menjangkau penyalahguna/pecandu dimasing-masing kelurahan.

” Saat ini BNN, pemerintah provinsi dan pihak Kepolisian terus untuk menekan penyalah gunaan narkoba maka pihaknya melakukan kegiatan seminar kepada seluruh ketua lingkungan, karena mata rantai yang utama pada suatu kampung, BBN juga melakukan pembentukan satgas ini sangat penting untuk menjangkau dan memberikan pengetahuan tentang narkoba pada masyarakat dan mereka diharapkan mampu menyalurkannya di lingkungan masing-masing,” terangnya, saat ditemui di kantor gubernur Lampung, Selasa (31/3/2015).

Setelah membentuk Satuan Anti Narkoba (Satgas) dan pemberdayaan Satgas di lingkungan pendidikan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung melebarkan geraknya ke kepada lingkungan yang menurutnya rawan penyalahgunaan Narkoba di lingkungan tersebut.

Kali ini BNN Lampung mengajak kepala lingkungan (RT/RW) untuk ikut serta memberantas penyalahgunaan di lingkungan masing-masing.” Ada sekitar sepuluh kelurahan yang akan dilatih dan menjadi bagian untuk memberantas Narkoba,” katanya.

Sebelumnya Ketua PKK Provinsi Lampung Aprilani Yustin Ficardo juga terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada para peserta, karena pemberantasan narkoba  sangat di butuhkan kerjasama yang baik dalam memutuskan mata rantai peredaran dan penyalah gunaan narkoba di Provinsi Lampung.

“Peran aktif dari keluarga, sekolah dan lingkungan termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung, untuk mengantisipasi masuknya peredaran narkoba di lingkungan pelajar, keluarga dan lingkungan, sangat miris saat ini sudah banyak yang ikut terlibat narkoba, selain itu yang lebih menghawatirkan lagi anak-anak saat ini sudah mengenal pergaulan bebas, saat ini bagaimana kita mengawasi betul-betul anak kita,” jelasnya.

Yustin berharap, dengan semakin seringnya sosialisai dari lembaga terkait tentang pembahasan narkoba ini dapat dijadikan bekal, dan berkomitmen bersama-sama untuk tidak tersentuh narkoba. (Fitri/JJ)