Harianpilar.com, Bandarlampung – Diduga akibat arus pendek listrik, pabrik meubeler PT Mutiara Karya Super (MKS) yang berada di jalan AMD (terusan Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Bumi Kedamian, Kecamatan Tanjungkarang Timur (TkT), Minggu (29/3/2015) sekitar pukul 15.00 Wib terbakar.
Pabrik meubeler yang diduga banyak menyimpan bahan plastik ini, ludes setelah api yang disertai dengan angin kencang tidak bisa dikendalikan, bahkan sempat membuat warga sekitar panik.
Meski pihak BPBD telah mengerahkan sepuluh unit mobil pemadam kebakaran, namun api belum berhasil dijinakan.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian ditaksir mencapai lima ratusan juta rupiah.
Kabid Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana BPBD Bandarlampung Wisnu mengatakan, untuk memadamkan api pihaknya menggunakan air campuran detergen, hal ini dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi api.
“Kita menggunakan 30 kg detergen, ini kan gunanya untuk meredam api supaya cepat padam,” ujar Wisnu, di sela-sela pemadaman api, Minggu (29/3), seraya menegaskan api tidak tidak ada korban jiwa, meski api berhasil menghancurkan dinding pabrik hingga rata.
“Enggak ada korban jiwa dalam masalah ini, tapi kerugiannya diperkirakan sampai Rp500-600 juta lah,” ungkapnya.
Dijelaskan Wisnu, pihaknya juga mengerahkan 50 orang petugas pemadam kebakaran untuk mengatasi api tersebut, kemudian 10 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dengan rincian 7 unit milik BPBD, 2 unit Milik PT Bukit Asam dan 1 unit Milik PT Pelindo.
“50 orang petugas kita turunkan, 10 unit Damkar milik 7 BPBD, 2 milik PT Bukit Asam, 1 milik PT pelindo,” terangnya.
Api juga sempat merambat ke pemukiman sekitar, meski tidak sempat membakar rumah.
“Genteng semuanya hancur, tapi apinya nggak nyampe bawah, cuma di genteng aja, terus perabotan sudah kita keluarkan semua,” ujar Sahidan, warga sekitar.
Di lokasi, Walikota Bandarlampung Herman HN meminta petugas Damkar untuk tidak meninggalkan lokasi kebakaran sebelum api berhasil dijinakan.
“Petugas BPBD jangan pulang dulu, kalau api belum padam, harus padam dulu baru pulang,” tegasnya, seraya mengaku prihatin atas musibah itu.
“Ya ikut prihatin sebagai walikot Bandarlampung, mudah-mudahan yang punya diberi kekuatan untuk menghadapi ini,” imbuhnya.
Sementara, pemilik PT Mutiara Karya Super, Peter Chandra, belum dapat dikonfirmasi sebab terlihat shock dan terpukul atas kejadian tersebut.
“Ya nantilah Mas, belum bisa ngomong,” singkatnya. (Buchari/Abraham/Juanda)








