oleh

Lampu Jalan Mesuji Dialihkan ke PLTS

Harianpilar.com, Mesuji – Pemkab Mesuji akhirnya memutuskan untuk beralih ke Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menerangi lampu jalan yang kerap terjadi pemadaman listrik.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Mesuji Ir. Yudi Santoso mengatakan, beralih statusnya dari PLN ke PLTS untuk penerangan lampu jalan taklain disebabkan beberapa hal. Salah satunya yakni Pemkab Mesuji merasa dirugikan terkait suplai listrik yang tidak maksimal yang dihasilkan oleh PLN.

“Secara tidak langsung kita sudah banyak dirugikan oleh PLN. Seperti yang terjadi pada lampu penerangan jalan. Meski banyak yang tidak hidup, untuk pembayarannya kita jalan terus,” ujar Yudhi Santoso, Senin (17/3/2015).

Dikatakan Yudi, dalam hitungan kita yakni satu bulan sedikitnya Distamben harus merogoh kocek APBD sebesar Rp8 juta. Artinya dalam setahun Rp96 juta hampir pasti keluar untuk membayar penerangan jalan yang notabennya tidak memberi manfaat ke masyarakat luas.

“Kita terpaksa beralih fungsi dari PLN ke PLTS karena dalam satu tahun anggarannya sagat besar dan ini tentunya sagat merugikan bila memang kondisinya seperti ini apalagi tidak ada manfaatnya bagi masyarakat bila kerap mati seperti saat ini kerugian dari sistem multi guna ini sagat tidak maksimal. Dan lebih anehnya lagi, Meski daya listriknya tidak mampu untuk menghidupkan lampu jalan, kita tetap harus bayar biaya bulanannya,” ujar Yudhi.

Hanya saja, sebagai uji coba, pihaknya menyatakan belum berani memasang banyak LPJ dengan sistem PLTS. Pada anggaran 2015 ini, Distamben baru menganggarkan pemasangan 30 tiang LPJ sistem PLTS. Itupun, sebanyak 20 tiang disentralkan di jembatan Ratu Timur. Sisanya, dipasang di lokasi-lokasi yang memang minim penerangan dan rawan karena membutuhkan penerangan.

“Untuk memasang lampu jalan dengan sistem PLTS membutuhkan biaya sebesar Rp11 juta. Jadi kita pasang 30 unit dulu sebagai uji coba. Pertimbangan lain karena memang dana kita masih minim,” ujar Yudhi.

Pihak PLN sendiri mengaku belum dapat menyuplai listrik secara maksimal ke Mesuji. Pasalnya, PT PLN masih hendak membangun gardu induk (GI) listrik di Mesuji. Hal ini merujuk hasil pertemuan unsur pimpinan PLN dengan Bupati Mesuji Khamami di rumah dinas bupati belum lama ini.

Menurut Bupati Mesuji Khamami, pihak PLN pun sudah menunjuk perusahaan untuk membangun proyek tersebut. Targetnya, tahun ini proyek tersebut bakal selesai dibangun. “Nantinya yang mengerjakan adalah PT Guna Sarana Tehnik dari Jakarta. Diperkirakan Oktober tahun ini selesai,” tukasnya.(Sandri/JJ).