Harianpilar.com, Pesawaran – Berbagai persoalan di tubuh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran terus terkuak. Setelah mencuat proyek benih padi yang diduga fiktif dan proyek handtractor yang tidak dibagikan ke petani. Kini muncul dugaan praktik penjualan paket proyek tahun 2015.
Bahkan, informasi yang diperoleh dari internal Distanak Pesawaran menyebutkan dugaan bagi-bagi paket proyek tahun 2015 itu dilakukan oleh Kepala Kepada Ditanak Pesawaran, Syafri, langsung melalui salah satu oknum pegawai Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) setempat berinisial K.
“Paket proyek tahun 2015 pengelolaannya tidak melalui pegawai Distanak. Kadis (Syafri,red) bersama salah satu pegawai BP4K inisial (K) yang membagi-baginya. Rekanan memberikan uang tali asih (setoran) terkait proyek Distanak kepada oknum BP4K tersebut,” ujar salah satu pegawai Distanak yang enggan namanya ditulis, baru-baru ini.
Menurutnya, seharusnya pengelolaan kegiatan melalui bidangnya masing-masing. “Hubungan dengan kasi BP4K itu apa?. Kami tidak tahu menahu kegiatan tahun ini, pembagian proyek dikendalikan langsung oleh kadis. Dan informasinya kadis lebih mempercayakan pada pegawai BP4K itu,” cetusnya, sembari kembali mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.
Bahkan, lanjutnya, kepimpinan M. Syafri sebagai Kadistanak Pesawaran banyak dikeluhkan sejumlah pegawai Dinas Pertanian setempat. Pasalnya selain minimnya pembinaan terhadap bawahan, juga koordinasi antar jajaran Distanak sangat sulit.”Meskipun sejumlah kegiatan Distanak untuk tahun anggaran 2015 tertumpu pada bidang SDM, tapi Kabidnya tidak dapat berbuat banyak,” cetusnya.
Sementara, Kepala Distanak Pesawaran, M Syafri, hingga berita ini diturunkan belum juga berhasil dikonfirmasi. Bahkan, beberapa kali didatangi kekantornya selalu tidak berada ditempat.
Terbongkarnya indikasi praktik ‘obral’ paket proyek ini semakin menambah daftar panjang persoalan yang melilit Distanak Pesawaran. Sebalumnya, juga terungkap dugaan pemotongan Dana Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2014 hingga program pengadaan bibit padi bersubsidi tahun 2013 yang diduga fiktif. Serta muncul dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan handtractor tahun 2014.
Berdasarkan informasi yang di Himpun Harian Pilar, handtractor yang diadaakan pada tahun 2014 itu ternyata hingga kini tidak disalurkan ke masyarakat. Sebaliknya lima Handtractor itu justru disimpan dirumah salah satu oknum di Dinas tersebut.
Saat dikonfirmasi oknum Distanak tersebut mengakui jika masih terdapat lima hanctractor disimpan dirumahnya,”Ya pak, 5 buah hendtractor masih ada dan belum direalisasikan. Katanya belum ada kelompoknya. Saya gak tau apa-apa, saya hanya dititipin aja kok pak,” ujar salah staf Distanak itu.
Masalah ini semakin menguatkan jika pelaksanaan kegiatan-kegiatan milik Distanak Pesawaran bermulur masalah.
Komisi II DPRD Pesawaran langsung bersikap terkait masalah ini. Para wakilrakyat itu langsung melakukan penelusuran kelapangan pada, Kamis (12/3/2015) kemarin.
Ketua Komisi II DPRD Pesawaran, Sucipto, mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mencari dan mengumpulkan data terkait kegiatan Distanak itu.
“Kami turun ini terkait adanya pemberitaan dan laporan adanya keluhan beberapa kelompok tani terhadap Distanak Pesawaran, selain keluhan kami juga sempat didatangi beberapa Poktan dan Gapoktan yang melaporkan berbagai masalah Distanak,” tandasnya.
Menurutnya, persoalan ini sangat merugikan masyarakat dan harus segera di tangani.”Jika nantinya memang benar dan kita menemukan bukti adanya tindakan korupsi pada kegiatan-kegiatan Distanak, kami akan melaporkanya ke pihak yang berwajib,” pungkasnya. (Fahmi/Mico P)









