Harianpilar.com, Pesawaran – Perealisasian sejumlah program Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran diduga kuat sarat penyimpangan. Mulai dari dugaan pemotongan Dana Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2014 hingga program pengadaan bibit padi bersubsidi tahun 2013 yang diduga fiktif.
Untuk SL-PTT diduga kuat ‘digerogoti’oleh oknum di Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran. Modusnya, setelah dana tersebut disalurkan langsung ke rekening Kelompok Tani (Poktan) terdapat oknum yang meminta bagian dari Poktan.
Parahnya, dana yang dipotong oleh oknum itu hampir separuh dari total dana SL-PTT setiap kelompoknya.
Sementara, program pengadaan bibit padi tahun 2013 diduga fiktif karena hingga kini kelompok tani belum menerima bibit tersebut. Anehnya, para kelompok tani justru sudah terlebih dahulu diminta menandatangani surat tanda terima meskipun bibit itu hingga kini belum sampai ke petani.
Berdasarkan dokumen yang diperoleh Harian Pilar, proyek Pengadaan Bibit Padi tahun 2013 itu memiliki Kode Kegiatan 2.01.2.01.01.18.02 dan mata anggaran 5.2.2.02.06 dengan nilai Rp150 juta.
“Memang dana SL-PTT yang kami terima Rp1.700.000 langsung kerekening kelompok, namun setelah dana itu kami terima ada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang datang kepada setiap kelompok untuk meminta uang, dan petugas PPL itu mengaku diutus oleh KUPT Pertanian, dan saya sendiri memberikan Rp500 000,”ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Andanjejama Desa Penengahan Kecamatan Waykhilau Kabupaten Pesawaran Heri, belum lama ini.
Terkait bantuan bibit padi, lanjutnya, pihaknya juga belummenerimabibit tersebut. Namun, pihaknya sudah diminta menandatangani surat tanda terima oleh PPL,”Kita sudah lama diminta tandatangan tanda terima di atas materai. Namun, bantuan bibitnya belum juga kami terima,” keluhnya.
Menurutnya, yang sudah menandatangani peryataan untuk penerima bantuan itu adalah Kelompok Tani Kejadian, Sederhana, Cahaya Abadi, dan Kelompok Tani Kandis Jaya Desa Penengahan. Kesemua kelompok tani hingga kini belum menerima bantuan bibit tahun 2013 tersebut.
“Kami belum pernah dapat bantuan apa pun hingga saat ini, sekali dapat 2 program ini juga dikorupsi,”pungkasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pesawaran, Ir.Syafri, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.(Fahmi/Juanda)









