Harianpilar.com, Bandarlampung – Proses konferensi daerah (Konferda) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Lampung dinilai tidak menunjukkan adanya proses demokrasi dan regenerasi yang baik. Sebaliknya, justru proses demokrasi dan regerasi di tubuh PDI Perjuangan seperti ‘diamputasi’.
Kondisi itu terlihat dari diabaikannya suara dukungan mayoritas struktur partai ditingkat bawah yakni Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP dan tidak direkomendasikannya kader tulen PDIP Mukhlis Basri sebagai Calon Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung oleh DPP PDI Perjuangan.
“Semestinya dalam menjalankan roda kepartaian itu harus demokratis dan ada regenerasi di tubuhi PDIP itu,” ujar Pengamat Politi Universitas Lampung (Unila), Budi Harjo, Senin (9/3/2015).
Proses regenerasi dan demokratisasi,menurutnya, harus dilakukan oleh parpol.”Misal, ketua itu cukup satu periode saja sehingga ada regenerasi. Tapi ini kan gak. Kemudian prosesnya juga harus demokratis, dan yang namanya demokrasi itu bicara perbedaan pendapat, menghargai suara arus bawah.Kalau ini kan gak juga,” cetusnya.
Apa yang terjadi di Konferda PDIP Lampung itu, jelasnya, menunjukan dukungan dari arus bawah yakni PAC dan DPC hanya dianggap formalitas semata. Sebaliknya, yang paling mempengaruhi pengambilan keputusan tetaplah DPP PDI Perjuangan,”Itu hanya formalitas saja yang sesuai dengan mekanisme (Dukungan PAC-DPC), kita sudah tahu siapa yang akan jadi. Mau bulat dukungan seluruh DPC dan PAC ke Mukhlis tapi kalau DPP gak setuju ya ke orang lain,” cetusnya.
Peristiwa dalam konferda PDIP Lampung itu dinilai akan memunculkan sikap antipati di tingkat anggota,kader maupun simpatisan.”Akibatnya nanti semua orang berfikir ngapain kita menggalang dukungan di bawah, lebih baik kita main diatas,” tegasnya.
Dengan begitu maka nilai-nilai demokrasi telah hilang dan proses regenerasi tersendat,”Proses demokrasi itu kan dimulai dari bawah bukan ditentukan oleh atas. Nah kalau partai sudah begini bagaimana menerapkan demokrasi pada bangsa,” cetusnya. (Lia/Juanda)









