Harianpilar.com, Mesuji – Memasuki musim tanam di Kabupaten Mesuji nampaknya menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat dan petani padi di Kabupaten Mesuji. Pasalnya, setiap musim tanam petani mengalami kelangkaan pupuk baik jenis Ponska maupun pupuk jenis lainnya sehingga membuat petani kesulitan di dalam bercocok tanam.
Kelangkaan pupuk ini hampir terjadi di setiap tahun serta menjelang musim tanam. Akibat kelangkaan pupuk ini membuat masyarakat kebinggungan dan terancam gagal panen. Takhanya itu, selain pupuk organik kelangkaan ini juga terjadi dipupuk non organik.
Roy Gusti Made Kurniawan yang juga petani di daerah tersebut mengatakan, kelangkaan pupuk jenis Ponska ini sudah hampir setiap musim tanam bahkan sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir dan belum jelas apa masalahnya. Kelangkaan pupuk ini tentunya membuat petani kesulitan sebab saat inilah diwaktu petani memupuk padi agar hasilnya lebih baik.
“Sudah tiga bulan ini pupuk jenis Ponska dan beberapa jenis lainnya mengalami kekosongan. Akibat kelangkaan ini menyebabkan padi belum dipupuk bahkan bisa menyebabkan gagal panen. Sebab, buah yang dihasilkan akan berkurang dari buah yang dipupuk. Takhanya itu, harga pupuk juga melambung tinggi,” paparnya.
Ditagaskan Made, masyarakat yang ada di daerah ini tentunya mayoritas adalah petani, karena hasil bertanilah inilah masyarakat bisa bertahan hidup. Tetapi, bila hasilnya tidak maksimal akibat kelangkaan pupuk ini dapat dipastikan para petani akan mengalami gagal panen.
“Kelangkaan pupuk ini sudah kita laporkan baik terhadap ketua kelompok tani setempat maupun di dinas terkait. Tujuannya taklain untuk mempertanyakan sistem pendistribusian pupuk dan penyebab kelangkaan pupuk tersebut tetapi hingga saat ini tidak ada jawaban yang pasti,” tegasnya.
Untuk itu, kami petani berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mesuji dapat segera mengambil sikap terkait langkanya pupuk jenis Ponska yang terjadi di Desa Mesuji Makmur Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji. “kita harapkan pemerintah dapat segera mengambil langkah terkait kelangkaan pupuk ini. Agar target swasembada pangan yang targetkan pemerintah dapat terwujud,” tandasanya. (Sandri/JJ).









