Harianpilar.com, Lampung Utara – Sejumlah pengerjaan proyek Dinas PU Lampung Utara (Lampura) tahun anggaran 2014 ditenggarai sarat penyimpangan. Betapa tidak, proyek jalan yang baru masuk hitungan bulan ini kembali rusak.
Seperti yang terjadi pada proyek tambal sulam Jalan Penghubung Dusun Wonogiri I-Wonogiri II Kelurahan KelapaTujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara.
Kondisi proyek jalan ini terkesan asal jadi, malahan masyarakat sekitar menduga, pengerjaan jalan tersebut tanpa menggunakan alat berat (wales) untuk memadatkan jalan.
Sehingga hasilnyaa sangat tidak sesuai dengan harapan. Buktinya, belum genap tiga hari,tanda-tanda jalan akan berlobang lagi sudah mulai tampak. Karenanya, masyarakat setempat meminta dinas terkait untuk meninjau kembali pekerjaan yang baru dirampungkan dalam dua hari lalu.
Hasil pantauan koran ini di lokasi, Senin (16/2/2015), jalan sepanjang sekitar 500 meter yang dilakukan perbaikan memang terkesan dilakukan seadanya. Di mana pekerjaanya menggunakan batu ukuran besar yang disiram dengan aspal, kemudian ditutup dengan pasir.
Pada jalan mendaki dari arah Wonogiri II ke Wonogiri II merupakan titik terparah. Tampak sekali jalan baru ditambal sulam itu sudah mulai rusak lagi dan kembali pada kondisi sebelumnya.Diperparah pula, saat pengejaan proyek berupa pemeliharaan jalan menggunakan APBD tahun 2014 lalu itu tidak menggunakan alat berat untuk memadatkan jalan (wales,red). “Yang kami tahu,pengerjaannya tidak menggunakan mesin Wales,”ujar Ateng (32) warga yang berdomisili tepat dilokasi pengerjaan proyek.
Menurutnya, pengerjaan sudah selesai sejak dua hari yang lalu. Dan hasilnya memang sangat mengecewakan masyarakat. Pasalnya kata dia, masyarakat sangat mengharapkan kondisi jalan bisa lebih baik setelah dilakukan tambal sulam.”Tapi,kalau begini gak mungkin bisa bertahan lama.Sekali saja kena hujan pasti bubar,”ujar warga yang mengaku bekerja sebagai buruh ini.
Dirinya bersama warga sekitar,meminta ketegasan dinas PU setempat untuk meninjau kembali proyek tambal sulam itu. Karena kata dia, jalan itu merupakan tembus yang ramai dilintasi warga sekitar. “Sebelumnya, jalan itu rawan dengan begal karena jalannya rusak.Kalau rusak lagi, kami khawatir akan kembali banyak begal,”ungkapnya.
Senada dikatakan Agus (42) warga yang setiap hari melintas dijalan itu, sangat menyanyangkan terjadinya pengerjaan proyek asal-asalan itu.
“Masak baru dua hari aja tanda-tanda kerusakan kembali sudah tampak,” ujar warga ini pula.
Dirinya juga mengungkapkan saat pengerjaan tambal sulam itu memang tidak menggunakan wales.
”Kan saya lewat situ setiap hari. Jadi saya tahu persis,”imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi selatan Hedi Elfani mengaku tidak mengatahui masalah proyek tersebut.Karena kata dia,tidak ada koordinasi atau pemberitahuan dari pihak rekanan yang mengerjakan proyek itu.
”Tapi, kalau untuk proyek itu kemungkinan bentuk pemeliharaan guna pencairan retensi 10 persen,” ujarnya.
Terpisah,Kepala Dinas PU Lampura Syahbudin berjanji segeramencari tahu siapa pemborong tersebut. “Kita akan panggil untuk untuk diberikan sanksi sehingga bisa dilakukan perbaikan ulang atas pekerjaan tersebut,” ujarnya singkat. (Iswan/Hery/JJ).









