oleh

Ganti Rugi Lahan Fly Over Kimaja Sesuai NJOP

Harianpilar.com, Bandarlampung – Keinginan Pemkot Bandarlampung untuk menjadikan Bandarlampung sebagai kota metropolitan hampir tercapai, setelah berhasil membangun 3 jembatan layang (fly over) pada tahun 2013 lalu, kini pemkot Bandarlampung akan membuat 1 fly over yang akan menghubungkan Jalan Kimaja- Ratu Dibalau.

Tentunya dengan pembangunan tersebut Pemkot juga harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitar lokasi, sebab merekalah yang pertama kali akan merasakan dampak dari pembangunan tersebut.

Untuk saat ini pemkot Bandarlampung harus memaksimalkan komunikasinya terhadap warga sekitar lokasi, sebab warga yang memiliki bangunan disekitar meminta pembebasan lahan di atas harga Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang ada di wilayah tersebut.

Untu itu, Walikota Bandarlampung Herman HN saat kembali dikonfirmasi perihal tersebut. Selain, meminta Dinas PU segera menyelesaikan proses lelangnya, ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut mendukung pembangunan fly over keempat di Bandarlampung tersebut.

’’Saya sampaikan untuk PU agar tidak terlambat seperti tahun lalu, dan tender harus segera diselesaikan. Selain itu, saya harap masyarakat tidak menjual mahal lahan yang terkena pembebaasan tersebut. Jadi, akhir Agustus 2015, fly over keempat ini sudah bisa dipakai rakyat,” ujar Herman HN, Senin (16/2/2015) saat ditemui di Taman Budaya.

Menurutnya, pembangunan fly over tersebut adalah dari rakyat untuk rakyat, sehingga rakyat diminta jangan perhitungan menjual lahannya terhadap pemerintah

”Jadi yang digunakan untuk membangun ini menggunakan uang rakyat dan akan digunakan juga untuk rakyat. Masyarakat harus pengertian, jangan sampai menjual lahannya di atas NJOP,”  ucapnya.

Senada dengan walikota,  Kadis PU Bandarlampung Ibrahim menyampaikan hal yang sama. Diterangkanya jika  fly over yang diperkirakan panjangnya mencapai 300 meter dan menelan anggaran sebesari Rp35 miliar sedang berjalan proses administrasi pembangunan fly over.

”Petugas Dinas PU dengan kecamatan yang menjadi titik pembangunan juga sudah berkumpul dengan warga terkait besaran yang diinginkan warga terkait pembebasan lahan. Nah, nantinya akan dibahas pertemuan kedua untuk berapa besaran yang disanggupi Pemkot,” terangnya

Namun ketika dikonfirmasi terkait proses lelang proyek tersebut, Ibrahim belum menyebutkan waktunya dengan jelas.

”Insya Allah, mudah-mudahan tahun ini tidak telat seperti tahun sebelumnya. Maka dari itu, ini kami persiapkan secara matang,” pungkasnya.

Terpisah, Camat Labuhan Ratu Ardiansyah yang membenarkan jika saat ini proses pembebasan lahan sedikit mengalami hambatan. sebab dari NJOP 18 bangunan yang ada diwilayahnya itu, warga yang memiliki bangunan diwilayah tersebut meminta diatas NJOP yang berlaku saat ini.

”Nah NJOP di Labuhan Ratu RP1,147 juta, tapi warga mintanya Rp2,5 juta. Karena harga yang diminta masih jauh dari NJOP yang berlaku, maka kami akan konsultasikan dulu dan melihat harga tertinggi yang diminta dengan harga yang terendah. Tapi 1 April 2015 harus sudah berjalan pembangunannya,” terangnya.

Sementara, saat disambangi beberapa ruko yang terdapat di sekitar lokasi pembangunan, enggan berkomentar apapun, dan juga banyak pemilik lahan tidak dapat temui sebab mayoritas ruko di sekitar lokasi merupakan ruko sewa.  (Buchari/JJ).