Harianpilar.com, Bandarlampung – Selain dinilai mampu mengadvokasi rakyat kecil, Ketua MPR Zulkifli Hasan juga memiliki kebiasaan yang sering membagi-bagikan uang kepada siapa saja. Perilaku itu dinilai bukan hanya karena dirinya akan mencalonkan diri sebagai Ketum PAN, di Kongres PAN yang akan digelar 28 Februari mendatang.
“Gak ada itu. Kalau Zulkifli suka bagi uang itu benar adanya, tapi itu dari dulu dan kepada siapa saja. Bukan karena dia mau jadi ketua, tapi memang sejak dulu, bukan karena dia mau menjadi ketum,” kata Anggota DPRD Lampung asal PAN Abdullah Fadri Auli, Senin (16/2/2015) ketika ditanya adanya kemungkinan ‘Permainan’ uang dalam pemilihan ketum PAN, yang akan digelar 28 Februari mendatang.
Aab (panggilan akrab), juga menepis terkait isu kucuran dana jelang Kongres Partai Amanat Nasional yang disinyalir akan ada ratusan miliar uang akan beredar, apalagi informasi berkembang jika satu suara dari Dewan Pimpinan Daerah dihargai Rp 200 juta yang diduga akan digelontorkan Zulkifli.
“Tidak ada tradisi ‘permainan’ uang dalam tubuh PAN,” tegasnya.
Menurutnya, sangat ‘gila’ bagi PAN Lampung jika tidak memberikan dukungan bagi sosok yang ia nilai kiprahnya membanggakan masyarakat Lampung.
“Zulkifli itu orang Lampung, kiprahnya di Lampung ini tidak diragukan. Belum pernah ada ketua MPR itu berasal dari Lampung. Jadi menurut saya hukumnya wajib, harga mati,” ujarnya.
Dia juga menilai, Zulkifli merupakan sosok yang rajin turun ke Lampung membenahi daerah.
“Bukan hanya sekedar membenahi partai saja. Tapi dia juga membenahi apa yang bisa dia bantu. Tapi kembali lagi, kalau soal mekanisme partai tetap harus dijalankan dimana memberikan mandat suara berdasarkan mekanisme, bukan maunya ketua tapi diplenokan,” jelasnya.
Sejauh ini, menurutnya, baru Zulkifli Hasan yang punya kemauan mengadvokasi rakyat kecil. “Bila PAN dipimpin Zulkifli Hasan, maka dalam lima tahun ke depan PAN akan mereformasi kehidupan politik Indonesia. PAN akan berubah menjadi partai advokasi yang akan melakukan kerja-kerja politik riil dalam pembelaan kepentingan rakyat. Dari tingkat Ranting hingga Pusat, jajaran struktur partai diwajibkan melakukan advokasi kepentingan rakyat dari yang berskala lokal hingga nasional. Dengan demikian PAN akan dekat dengan rakyat dan diharapkan dapat melaksanakan fungsi representasi terutama bagi kader-kadernya di parlemen,” ujar dia.
Untuk diketahui, Kongres PAN yang rencananya akan digelar 28 Februari 2015, hanya akan mempertemukan dua orang tokoh saja yang bersaing secara ketat untuk menjadi Ketua Umum PAN periode 2015-2020 yakni petahana Hatta Rasaja dan Zulkifli Hasan. (Lia/JJ).









