Harianpilar.com, Lampung Utara – Sungguh miris tentunya, di tengah seabrek fasilitas kemewahan yang dipertontonkan para pejabat, di sudut pinggiran kota seorang bocah berusia 6 tahun tergolek lemah. Kuat dugaan bocah malang ini menderita gizi buruk. Adalah Sarhani siswa Kelas 1 SDN 2 Kotabumi Udik, Kotabumi Lampung Utara.
Bocah malang itu, ke dapatan pingsan saat mengikuti upacara kenaikan bendera pada Senin (9/2/2015) lalu. Lantas pihak sekolah membawanya ke Puskesmas Kotabumi Udik yang berjarak sekitar 1 Km dari sekolah itu.
“Saat upacara akan berlangsung, anak itu tiba-tiba sempoyongan. Karenanya kami lantas membawanya ke Puskesmas terdekat,” terang Kepala SDN 2 Kotabumi Udik, Paulina, Selasa (10/2/2015).
Menurut Paulina, setelah dilakukan pemeriksaan pihak Puskesmas menyatakan jika muridnya itu diduga menderita gizi buruk. Karenanya pihak sekolah juga lantas menyampaikan laporan secara resmi tentang adanya siswa yang diduga menderita gizi buruk itu kepada pihak Dinas Pendidikan. “Kita sudah laporkan secara resmi soal kejadian itu pada Kadis Pendidikan,” terang dia.
Informasi itu menuntun langkah Harian Pilar, menuju Lingkungan 8 Tanjung Waras, kelurah Kotabumi Udik, yang berjarak sekitar 5 Km dari pusat Kota Kotabumi. Sebuah gubuk kecil berdinding geribik dan potongan kayu lapuk, menjadi tempat bernaung Sarhani. Ketika pintu dibuka pelan, tampak sosok dengan kondisi badannya yang kurus dengan mata cekung yang tengah terbaring dibalai bambu. Anak ketujuh dari 8 bersaudara itu, tampak demikian lemah. Ia nyaris tak dapat berkata saat Harian Pilar menegurnya.
“Sebenarnya sudah lama, anak saya ini badannya lemah, tetapi ia masih memaksa juga pergi ke sekolah,” terang Pendi, ayah dari bocah malang ini.
Pendi menyebutkan, sejak istrinya meninggal 3 tahun lalu, kehidupan keluarga itu semakin sulit. Pekerjaanya sebagai buruh serabutan, dengan banyaknya perut yang harus diisi membuat ekonomi keluarga ini benar-benar terhimpit.
Tragisnya, ia sendiri tidak dapat memperhatikan soal makanan anak-anaknya itu, lantaran ia pulang kerja dan sampai dirumah malam hari. Bagaimana asupan gizi sang anak, baginya tidak menjadi persoalan. Baginya yang penting mereka bisa makan. “Saya akui kurang perhatian kepada anak-anak, karena saya pagi hari sudah pergi kerja,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kotabumi Udik Tri Yunida membenarkan jika Puskesmas yang ia pimpin sempat merawat Sarhani. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan medis, bocah itu bukan penderita gizi buruk. Hal itu dikuatkan dengan keterangan Yudianto, dokter yang memeriksa bocah tersebut. Disebutkan Yudi, setelah dilakukann pemeriksaan dengan seksama bocah itu hanya mengalami mal nutrisi. “bukan-bukan gizi buruk, hanya mal nutrisi yang menyebabkan fisiknya menjadi lemah,” terang Yudianto. (Iswan/Hery/JJ)









