oleh

32 Persen Pengidap HIV/AID Usia Muda

Harianpilar.com, Mesuji – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Mesuji melakukan sosialisasi Generasi Berencana (Genre) di setiap sekolah-sekolah di Kabupaten Mesuji. Tujuannya taklain agar siswa-siswi dapat terhindar dari bahayanya HIV/AIDS.

Sekretaris BP2KB Mesuji Yanuar Fitrian mengatakan, Sosialisasi ini memang tengah gencar dilakukan BP2KB sekaligus mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS , Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Kesehatan Reproduksi (Kespro) serta penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang melalui penyuluhan pada usia remaja.

” Program Genre yang dikembangkan BKKBN, terdapat program mewujudkan pendewasaan usia perkawinan, serta dapat mencegah dan melindungi diri sendiri,keluarga dan masyarakat agar terhindar dari penularan HIV/AIDS,”jelasnya.

Dikatakannya, BP2KB Mesuji melakukan kampanye bahaya HIV/AIDS kemasyarakat luas termasuk remaja diwilayah kabupaten mesuji, karena bagaimana pun bahaya HIV/AIDS termasuk bagian pembangunan keluarga yang menjadi program BP2KB yang merupakan bagian dari BKKBN.

” Untuk menghindari sex bebas dan nabzah melalui penyuluhan ke sekolah seperti ini menjadi penting sebagai media sosialisasi kepada kelompok remaja agar mereka mengerti kemudian sadar akan bahaya tersebut,” paparnya.

Takhanya itu, Yanuar mengatakan,, hasil sementara Kementrian Kesehatan sampai dengan Juni 2014 remaja pengidap HIV/AIDS usia 20-29 tahun ada sekitar 32%,sementara Unicef menyebutkan sekitar 71.000 remaja usia 10-19 tahun meninggal dunia akibat mengidap HIV/AIDS. Bahkan, sat ini fakta yang terjadi sangat mengejutkan, dimana sedang terbangun trend pernikahan dini, yang semakin meningkat pada tahun 2007.

“Dari 1000 remaja ada 26 di antaranya yang sudah menikah di usia dini, tahun 2012 naik 6 poin menjadi 32 remaja yang menikah diusia dini dari 1000 remaja usia 15-19 tahun,” imbuhnya.

Dipaparkannya, usia terbaik pernikahan adalah usia 20 tahun untuk wanita sedangkan untuk pria usia 25 tahun, untuk itu BP2KB mesuji berupaya agar remaja tidak melakukan pernikahan diusia dini dengan melalui program (Genre) yang diarahkan khusus pada remaja dan generasi muda. akan memberikan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja.

“Hal ini penting bagi masa depannya bila tidak disosialisasikan remaja, dikhawatirkan tidak mampu memahami tubuhnya dan tidak memiliki pengetahuan dasar yang cukup tentang kesehatan reproduksi (Kespro), yang akan berdapak banyak remaja yang terjebak dalam prilaku sexsual,tidak sehat dan menjadi korban kekerasan,” tukasnya.(Sandri/JJ).