oleh

RS Immanuel Diduga Tolak Pasien BPJS

Harianpilar.com, Bandarlampung – Lantaran berobat menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan korban Lakalantas Akbar Abdul Madjid warga kecamatan Melinting Kabupaten Lampung Timur diduga ditolak oleh Rumah Sakit Immanuel Bandarlampung, insiden ini terjadi Minggu (25/1/2015) dini hari sekitar pukul 01.00.wib.

“Bener ditolak, saya kebetulan juga jadi saksi, alasan beliau kan kalau BPJS nggak bisa, oke kami umum membayar sendiri,” ucap salah satu keluarga korban yang tidak ingin disebutkan namanya, Minggu (25/1/2015) saat dihubungi via telepon.

Dijelaskannya, jika kedatangan mereka ke rumah sakit Immanuel berdasarkan rujukan dari pihak rumah sakit abdoel moeloek (RSUAM) yang kebetulan ruang ICU nya sedang penuh, namun sebelumnya pihak RSUAM telah memastikan bahwa ada ruangan yang dapat ditempati korban.

“awalnya itu kami sudah ditangani di UGD Abdoel Moeloek, Cuma kan keetulan semalem UGD nya penuh, jadi pihak Abdoel Moeloek memfasilitasi dengan mencari nformasi ke Immanuel , disana kebetulan ada 1 kamar yang kosong,” paparnya.

Diungkapkannya jika pihaknya siap untuk tidak berobat menggunakan BPJS, namun pihak Rumah Sakit Immanuel tetap saja berdalih tidak dapat untuk menerima korban.

“Kami nggak mempermasalahkan pakai BPJS apa nggak, kami nggak mau BPJS, umum juga tidak apa-apa,  berapa pun kami sudah siap. Ya mungkin awalnya karena mau pakai BPJS,” urainya.

Lanjut dia menjelaskan, jika pihak keluarga dan rumah sakit sempat beradu argument sekitar 2 jam, sebelum akhirnya kembali ke RSUAM.

“Kami adu argument, sekitar 2 jam, setelah mentoknya akhirnya kami balik lagi ke Abdoel Moeloek,” ungkapnya seraya menjelaskan bahwa alasan pihak Imannuel tidak mau menerima lantaran luka yang diderita korban pasrah dan harus dirawat diruang kelas B.

“BPJS nggak bisa karena katanya kalau kasus separah itu, harus rumah sakit tipe B padahal Pihak Abdoel Moeloek sudah mengondisikan dokter dan sebagainya disana, setelah disana siap baru disini mengantar kesana, dari sini juga naik ambulan kok,” tandasnya.

Kemudian dia menjelaskan jika petugas yang berjaga pada malam itu bernama Maria, seraya mengatakan nahwa Kelurga korban sangat kecewa dengan pelayanan Rumah sakit Immanuel.

“Namanya kalau nggak salah di Immanuel dijaga oleh ibu maria, saya Tanya ibu siapa , kog bisa menolak pasien , dia jawab saya ibu Maria,” ucapnya menirukan gaya penjaga rumah sakit Imanuel

Sementara itu, saat ingin dikonfirmasi lebih lanjut mengenai Insiden ini, salah satu petugas keamanan  rumah sakit Imanuel Resti,  mengatakan saat ini (minggu-red) Humas rumah sakit immanuel sedang libur dan dapat dikonfirmasi senin.

“Kalau minggu emang tutup, pihak humas juga nggak ada, besok aja kesini lagi,” singkatnya. (Buchari)