Harianpilar.com, Tulangbawang Barat – Nampaknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (tubaba) akan segera turun tangan melakukan pendataan langsung terkait kemelut pasar mulya asri yang selama ini dinas Koperasi, Industri, Perdagangan (Diskoperindag dan UMKM) belum bisa mendapatkan data secara real jumlah pedagang yang diduga banyak oknum yang bermain untuk menikmati aset pasar mulya asri yang sudah berjalan bertahun-tahun.
melalui politisi partai demokrat. Paisol SE komisi B, mendampingi ketua dewan perwakilan rakyat setempat,”tampak geram,” Kita akan turun langsung untuk melakukan pendataan dan kita harus mendapatkan data secara real jumlah pedagang. Los atau pun toko terkait pasar mulya asri, saat dihubungi melalui telpon selulernya Kamis (22/1) “Kita dewan akan turun langsung kepedagang pasar mulyo asri untuk mendata satu persatu pedagang.sekaligus ingin mengetahui yang sebenarnya terjadi di pasar tersebut”. Ungkapnya
lanjutnya paisol , supaya kami bisa tau yang sebenarnya,mengenai pedagang yang tidak mau didata akan kita pertanyakan, apa dan kenapa alasan mereka tidak mau didata oleh pemerintah setempat. Apakah memang ada yang mengarahkan atau atas dasar inisiatif pedagang sendiri. Namum kami masih butuh waktu dulu dan berhubungan untuk saat ini kami dewan sedang berada di bandar lampung dikarenakan sedang mengikuti Bimtek”.ungkap singkatnya,
Sebagai mana Diberitakan sebelumnya , Bahwa Dalam pengelolaan Pasar Mulyo Asri di Kelurahan Mulyo Asri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang diduga banyak oknum yang bermain untuk menikmati aset pasar mulya asri yang sudah berjalan bertahun-tahun,”kini menjadi sorotan para publik dan penegak hukum,”seharusnya pasar mulya asri salah satu aset terbesar pemkab setempat, hal ini nampaknya Dinas Koperasi, Industri, Perdagangan (Diskoperindag dan UMKM) Tubaba berkelit. Pasalnya, pasar yang seharusnya sudah mulai terdata secara real hingga kini Diskoperindag belum berhasil mendapatkan data secara real jumlah pedagang.
Dan hal ini di anggap para Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) setempat
Bahwa tanpa alasan bahwa Diskoperindag dan UMKM Tubaba belum berhasil mendapatkan data jumlah pedagang. Akan tetapi, Bastari, Kepala Diskoperindag dan UMKM Tubaba pun mengakui ada oknum yang menjadi provokator dan mengelola pasar itu secara kelompok sehingga para pedagang enggan untuk di data. Namun sayangnya, Pemkab Tubaba tidak tegas untuk mengamankan kelompok yang menjadi provokator tersebut.
“Di dalam pengelolaan Pasar Mulya Asri tersebut tidak ada kepala pasar yang baru karna pasar itu adalah pasar pemerintah milik Pemkab Tubaba dan pengelola pasar itu sudah di klola oleh Pegawai Negri Sipil (PNS) yang sudah di beri SPT dari Koperindag sebagai pengelola pasar,”Kata Bastari diruang kerjanya, Selasa (20/1/2015) kemarin.
Dan juga, lanjut dia, yang disebut-sebut ada kepala pasar sekarang atas nama Yamto adalah mereka (kelompok) membetuk sendiri tanpa ada koordinasi dengan pemerintah setempat. Jadi, menurut Bastari, bila ada yang menanyakan mengenai korlap sudah saya tegaskan di tahun 2015 korlap itu tidak ada, yang ada adalah petugas pengelola pasar yang di tugaskan langsung dari Diskoperindag dan UMKM atas nama Fedi. Kata bastari
“Mulai januari 2015 itu semua akan berlaku, dan hari ini selasa (20/1/2015) kita akan mempertemukan kolap yang lama dengan pengelola pasar yang baru, karna mau pelimpahan tugas dan sekaligus memperhentikan korlap yang lama, karna sebenarnya korlap yang lama sudah habis masa kerjanya pada tanggal 31 desember yang lalu. Jadi, kalau ada seseorang atau kelompok yang mengaku-ngaku bahwa sebagai pengelola pasar, dipertanyakan SKnya, karena pengelola pasar saat ini memiliki SK dari saya,”terang Bastari.
Sementara, Yusuf, Kabid Perdagangan pada Diskoperindag dan UMKM Tubaba mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan.”Benar kami dari Dinas Koprindag sudah melakukan pendataan pedagang pasar mulya asri pada minggu kemarin, namum sementara ini hanya sekitar 322 pedagang saja yang bersedia di data karna memang terdapat pedagang yang menolak untuk di data dengan berbagai alasan, selain itu juga ada pedagang yang memang tidak ada di tempat saat pendataan itu berlangsung,”akunya diruang kerjanya, Selasa (20/1/2015) kemarin.
Ia mengancam, jika sampai saat yang ditentukan nanti pedagang masih tetap tidak ada yang mau di data, maka kata Yusuf, pada pembangunan pasar nanti pedagang yang tidak masuk kedalam data tidak akan mendapatkan tempat di bangunan yang baru.”Hasil pendataan itu nantinya akan kami cetak dan kami pasang di pasar mulya asri, bertujuan agar pedangan yang namanya belum ada di daftar tersebut agar segera mendaftarkan dirinya baik melalui petugas pasar maupun ke dinas koperindag ini sendiri, karna pasar mulya asri itu nantinya akan segera di bangun,”cetusnya (khoiri)









