Bandarlampung (Harian Pilar) – Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo berharap di tahun 2015, Provinsi Lampung bisa lebih maju baik dalam pembangunan dan perekonomian. Masih lemahnya pelayanan publik, sehingga sampai saat ini Lampung masih tertinggal dengan provinsi lainnya.
“Lampung masih jauh tertinggal dengan provinsi lain, ini aneh apalagi kita memiliki potensi alam dan hasil pertanian yang meningkat, ini yang harus dipertanyakan. Apa kita yang tidak bisa mengolahnya atau apa. Dilihat dari segi hasil pertanian, perkebunan sampai wisata Lampung lebih baik, ” kata Ridho, dalam rapat kordinasi gubernur dangan bupati/walikota dan Fokorpimda kabupaten/kota se-Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Selasa (23/12/2014).
Dikatakannya, ke depan Lampung diharapkan mampu lebih maju, untuk itu semua SKPD harus memperbaiki kebijakan publik yang terutama harus diperhatikan, karena tertinggalnya suatu daerah karena kurangnya kebijakan publik yang dijalankan.
Menurut gubernur, pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan bernegara, pemerintah memiliki fungsi memberikan pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan atau pun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
Peran pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas perekonomian di Indonesia adalah suatu kewajiban dan tugas pemerintah untuk mensejahterakan seluruh warga masyarakat Indonesia melalui pelayanan public. Sehingga pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar warga masyarakat indonesia merasakan hidup makmur dan sejahtera.
Dalam bidang ekonomi, sering sekali mengalami gejolak dan turunnya siklus perekonomian di Indonesia, berbagai upaya akan di lakukan oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia, terutama kebijakan pemerintah dalam bidang perekonomian. Otomatis pemerintah harus lebih bijak dalam menanggapi masalah ini. ” Oleh karena itu, peran kebijaksanaan pemerintah sangatlah penting dalam menghadapi masalah perekonomian dampak dari globalisasi, ” jelasnya. (Fitri/JJ)









