oleh

Anak Bunuh Ayah Kandung di Pagelaran

Harianpilar.com, Pringsewu – Warga Pekon Bumiratu, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu geger. Amat Kasian (70), tewas dibunuh anak kandungnya sendiri, Dwi Tanoyo (30), sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu (23/10/2019).

Korban yang mengalami luka akibat sabetan arit sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pringsewu. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Sementara Dwi diamankan anggota Polsek Pagelaran.

Keterangan warga setempat yang identitasnya enggan disebutkan mengatakan diduga karena sang anak meminta uang untuk membayar cicilan kredit motornya dan sang ayah tak memiliki uang. Maka terjadi cekok mulut. Rupanya emosi Dwi tak terhindarkan, kontan saja dia membacok ayah kandungnya sendiri.

Pantauan di lokasi kejadian, warga yang mengetahui kejadian tersebut melaporkan atas peristiwa tersebut ke pamong pekon setempat dan ke warga yang lainnya.

Tak lama kemudian, warga berkerumun di lokasi kejadian. Sementara di RSUD Pringsewu tampak petugas melakukan penjagaan ketat, sebab jenazah korban sedang dalam proses pemeriksaan.

“Peristiwa itu terjadi di dapur rumah Amat Kasian. Saat itulah, Dwi menyabet ayahnya dengan arit,” katanya.

Viki, salah seorang tetangga sempat menolong Amat. Ia memegangi lelaki tua yang terluka itu. Kemudian warga lainnya melarikannya ke rumah sakit.

Sementara Kapolsek Pagelaran AKP Syafri Lubis bersama anggotanya mengamankan lokasi kejadian. Dwi juga diamankan dan dibawa ke mapolsek.

Dwi membunuh ayah kandungnya, Amad Kasian  alias Kemad, warga Pekon Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Rabu (23/10/2019) sekira pukul 18.30 WIB.

“Tersangka kita amankan, kita lakukan pemeriksaan,” ungkap Syafri saat ditemui di RSUD Pringsewu, Rabu malam.

Soal motif pembacokan, Safri mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Namun, dia memastikan pembunuhan itu berawal dari keributan di antara keduanya.

Saat itu, kata dia, Dwi dan ayahnya terlibat cekcok mulut di dapur rumah korban. Tersulut emosi, Dwi membacok ayahnya dengan menggunakan celurit. Korban pun roboh bersimbah darah.

Akibat luka yang diperkirakan menembus paru-parunya, pria dua anak tersebut meregang nyawa. Saat ini, jasad korban sudah dibawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu untuk divisum et repertum.

Kepala Pekon Bumiratu Ismail mengatakan, belum diketahui motif keributana yang menewaskan Amat Kasian. ”Saya tiba di rumah korban, sudah ada kejadian itu. Korban kemudian di bawa ke rumah sakit, tapi tak tertolong,” kata Ismali. (Sahirun)