oleh

Kejati Periksa Kadis Parekraf Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Meski telah menetapkan dua tersangka mantan Kadisnaker Agus Nompitu dan pengurus KONI Frans Nursetio, kasus korupsi dana hibah KONI Lampung tahun 2020 senilai Rp60 miliar terus bergulir.

Terbaru, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung kembali memeriksa Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Parekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan sebagai saksi, Senin (5/2).

Bobby diperiksa kapasitasnya sebagai pengurus pengurus KONI Lampung periode 2019 sebagai Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program dan Anggaran.   

Kepala Sesi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung Ricky Ramadhan saat dikonfirmasi membenarkan,  jika ada salah satu saksi KONI Lampung telah diperiksa oleh Kejati.

“Informasi yang saya terima iya ada pemeriksaan,” kata Ricky, saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), Senin (5/2).

Ditegaskan Ricky, jika saksi yang diperiksa merupakan salah satu kepala dinas di Provinsi Lampung yang masih aktif hingga saat ini .

“Yang kami dapat info kadis pariwisata diperiksa sebagai saksi, dan untuk update nya nanti akan kami kabarkan kembali, “ tandasnya.

Untuk diketahui, dalam proses penyelidikan korupsi dana hibah KONI Lampung tahun anggaran 2020 dengan total anggaran sebesar Rp 60 miliar, Kejati Lampung sempat terkendala proses perhitungan kerugian negara oleh BPK Lampung.

Kejati akhirnya memutuskan melibatkan audit eksternal yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sehingga diketahui terdapat kerugian negara Rp 2,57 miliar.

Diketahui, kasus ini berawal saat KONI Lampung mendapatkan dana hibah pada tahun 2020 lalu untuk kegiatan atlet di PON XX Papua sebesar Rp 60 miliar.

Dari hasil penyidikan diketahui fakta telah terjadi penyimpangan anggaran dalam pembentukan dan pemberian insentif satgas KONI Lampung.

Lalu juga adanya temuan penyimpangan anggaran katering dan penginapan untuk kegiatan training center.

Terkait berita ini, Bobby Irawan belum berhasil dikonfrimasi. (*).