oleh

Serapan Dana BOK Lampura Rendah, Dinkes ‘Cuek’

Harianpilar.com, Lampung Utara – Angka serapan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) kabupaten dan Puskesmas tahun 2022 di Lampung Utara (Lampura) sangat rendah. Tercatat, dari sekitar Rp27 miliar dana BOK yang terserap tidak sampai 50 persen.

Dari data yang dihimpun, serapan kedua dana BOK itu berada di kisaran 38 persen 49,85 persen, serapan anggaran terendah terjadi pada dana BOK kabupaten.

Dari total Rp2.042.884.000, dana yang terserap hanya Rp776.386.750 atau 38 persen saja. Hal sama juga terjadi pada BOK puskesmas, dari total Rp25.006.334.000, dana BOK Puskesmas yang terserap hanya Rp12.466.613.850 atau hanya 49,85 persen.

Sayangnya, Dinas Kesehatan Lampura terkesan bungkam dan tidak peduli (Cuek-red), saat dimintai tanggapan terkait penyebab rendahnya serapan dana BOK tersebut.

“Waduh, kalau ini bukan wewenang saya pak. Konfirmasinya ke bunda (Kepala Dinas Kesehatan-red) ya,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lampung Utara, Titin Eka Sugiartini, Selasa (9/5).

Meski terkesan enggan, Eka sempat menjelaskan bahwa BOK itu terbagi dua. Pertama, BOK untuk kabupaten dan kedua BOK untuk puskesmas.

Untuk besaran BOK kabupaten dan puskesmas, seluruhnya ditetapkan oleh pihak Kementerian Kesehatan.

“BOK Puskesmas itu disalurkan pada 27 Puskesmas yang ada di sini,” jelasnya.

Ia mengatakan, penyaluran BOK Puskesmas itu disalurkan langsung ke setiap rekening pelaksana kegiatan.

Dengan demikian, tidak ada pembayaran sistem tunai dalam penyaluran BOK tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menghindari adanya potensi pemotongan BOK.

“Untuk menghindari potongan semua dana ditransfer ke masing-masing rekening pelaksana kegiatan,” terang dia.

Seperti diketahui dari laman Kemkes.go.id, dana BOK Puskesmas sendiri ditujukan untuk operasional upaya pelayanan kesehatan dan manajemen Puskesmas.

Kegiatan itu meliputi biaya transport lokal dan pembelian barang. Transport lokal itu di antaranya membiayai perjalanan petugas kesehatan seperti kegiatan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung, membiayai perjalanan kader kesehatan termasuk dukun bersalin membantu petugas kesehatan dalam kegiatan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung.

Besaran biaya transport lokal yang dibiayai adalah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan di kabupaten/kota.

Adapun untuk pembelian/belanja barang ditujukan untuk membiayai pembelian/belanja barang untuk mendukung pelaksanaan kegiatan upaya kesehatan promotif dan preventif ke luar gedung. Kegiatan ini di antaranya meliputi: pembelian bahan PMT penyuluhan/pemulihan, pembelian konsumsi rapat, penyuluhan, refreshing, pencetakan/penggandaan/penyediaan bahan untuk penyuluhan kepada masyarakat. (*).