oleh

Syarif Hidayat Dorong Giat Literasi Digital Untuk Milenial

Harianpilar.com, Bandarlampung – Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PKS, Syarif Hidayat mendorong program literasi digital siswa di Lampung. Hal itu disampaikannya saat pertemuan dengan pelaksana kegiatan literasi di kantor Fraksi PKS DPRD Provinsi Lampung, Selasa (21/6).

Menurutnya, program ini dilandasi dari dunia internet yang saat ini semakin dipenuhi konten “sampah”. Diantaranya makin banyaknya informasi  yang berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik- praktik penipuan.

“Sehingga keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital ini harus ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu,” ujarnya.

Termasuk juga, masih kata dia, kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini memacu individu untuk beralih dari konsumen informasi yang pasif menjadi produsen aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, generasi muda perlu di dorong untuk meningkatkan kemampuan literasi digital. “Sehingga mampu bertahan dalam perubahan dunia yang semakin cepat,” kata dia.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Lampung itu juga merasa bahwa kegiatan tersebut perlu dikolaborasikan dengan baik karena dengan literasi digital.

Dengan begitu, kata dia, generasi muda akan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat, sehingga tidak saja mereka semakin sadar atau _aware_ dengan perkembangan zaman, namun cakap pula dalam menangkal penyebaran hoaks dan berbagai konten digital negatif lainnya.

“Literasi digital perlu kita dorong, agar generasi muda bisa lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat, sehingga mereka semakin sadar dan cakap dalam menangkal penyebaran berita hoaks di media sosial,” kata Syarif.

Harapannya, lebih lanjut, dengan program literasi digital ini akan menciptakan ekosistem digital yang baik di Indonesia. “Sehingga cepatnya perkembangan digital yang terjadi dapat memberikan dampak yang positif, bukan justru menimbulkan dampak negatif bahkan perpecahan,” ungkap Anggota Komisi V DPRD Lampung.

Untuk diketahui, Dalam program literasi digital ini, di Lampung ditargetkan akan diikuti oleh 85000 tenaga pendidik dan siswa. (Ramona).