Laporan: Fitri – Editor: Juanda
Bandarlampung (Harian Pilar) – Dinas Perdagangan Provinsi Lampung akan melakukan pengawasan terkait maraknya makanan yang beredar pada perayaan hari Valentine dan tahun baru, seperti coklat yang mengandung obat perangsang, hingga coklat berhadian kondom. Langkah ini menyusul berdarnya isu makanan coklat yang biasa dikonsumi remaja saat perayaan Natal, Valentine dan Tahun Baru.
“Kita akan melakukan pengawasan terhadap peredaran coklat valentine di sejumlah kios, supermarket dan toko, terkait isu yang berkembang di masyarakat ada penjualan coklat valentine berhadiah kondom dan coklat mengandung bahan obat perangsang. Karena itu kami akan melakukan pengawasan,” kata Kepala Perdagangan Provinsi Lampung Ferynia melalui telepon selulernya, Selasa (23/12/2014).
Dalam operasi meminimalisir dan antisipasi lebih mengutamakan atau memfokuskan sosialisai dan pembinaan, walau ditemukan adanya barang dilarang beredar penindakan yang akan dilakukan adalah menyitaaan barang tersebut.
Peredaran coklat dengan hadiah kondom atau coklat mengandung obat perangsang tidak diperbolehkan mengingat akan memicu tindak asusila dikalangan remaja ataupun masyarakat. Ini yang dikhawatirkan kepada remaja yang memang belum menikah, namun ini hak individu masing-masing.
“Kami hanya bisa melakukan oprasi dan pembinaan, jika mereka tidak mau bagaimana lagi, tapi harapanya dengan adanya sosialisasi dan pembinaan bisa diterima masyarakat khususnya remaja atau dewasa yang belum menikah, ini juga menekan pergaulan sek bebas yang makin tahun selalu meningkat,” jelasnya
Sebelumnya Pemerintah Provinsi Lampung akan lakukan pengawasan penjualan alat pengaman atau yang dikenal dengan kondom, yang biasanya pada tahun-tahun sebelumnya penjualan kondom ini meningkat, dengan kata miring cuci gudang.
“Kita akan lakukan pengawasan meningkatnya kondom di pasaran menjelang tahun baru dan natal, kalau itukan sebenarnya diperuntukan untuk orang dewasa yang sudah berkeluarga itu efeknya positif, tapi tujuan pengawasan ini adalah ditujukan kepada anak-anak, remaja dan dewasa yang belum menikah, serta untuk mengurangi penyakit-penyakit yang diakibatkan sek bebas,” kata gubernur Lampung M.Ridho Ficardo.









