oleh

Petani Tewas Terseret Arus Sungai

Laporan: Imron – Editor: Juanda
Tanggamus (Harian Pilar) – Peristiwa nahas menimpa Hasim (40) warga Pekon Padangratu, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. Pria yang sehari-harinya menjadi petani itu tewas akibat terseret arus sungai saat menyeberangi jembatan ketika hendak ke sawah, pada Minggu (4/1) sekitar pukul 12.30 WIB.
Setelah lebih kurang tiga jam menghilang, tubuh korban ditemukan mengambang di Pekon Banyuurip, pukul 15.54 WIB.

Polres Tanggamus memastikan, korban tewas akibat hanyut dan tenggelam di sungai. Karena berdasarkan pemeriksaan medik yang dilakukan tim medis Puskesmas Siringbetik, tidak ditemukan luka-luka bekas penganiayaan pada tubuh korban. Petugas medis menyatakan bahwa luka lecet pada korban, akibat tubuh korban menghantam bebatuan di sungai.

Mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP Dedi Supriyadi, Kasubbag Humas AKP M. Daud menerangkan, ada saksi mata yang melihat detik-detik korban terpeleset dari jembatan kayu dan terperosok ke sungai. Saksinya adalah Agus (35) bin Rojali warga Pekon Lakaran, Kecamatan Wonosobo.

“Agus ini sempat melihat korban terseret air. Saksi sebenarnya hendak menolong, tetapi karena arus air sungai sangat deras dan kondisinya cukup dalam, saksi tidak berani menolong. Lantas dia mencari bantuan dan memberi tahu kejadian tersebut kepada warga sekitar. Korban sempat hanyut selama sekitar tiga jam dan baru berhasil ditemukan pukul 15.54 WIB di sekitar Pekon Banyuurip dalam kondisi tewas,” terang Daud.

Pada saat kejadian, tambahnya, korban menggunakan sepatu boot, kaos dan celana pendek warna hitam. Saat ini korban sudah berada di rumah duka untuk dimakamkan. Keterangan dari tim medis Puskesmas Siringbetik korban mengalami luka lecet pada bagian kening depan dan tidak ditemukan luka serius atau tanda-tanda belas tindak kekerasan.

Dari Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), diketahui ada dua korban tewas tenggelam di Pantai Batu Ramai Ketang, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, Lamsel, pada Kamis (1/1/2015) sekitar pukul 12.00 wib saat merayakan pergantian tahun.

Ke duanya yakni, Indra (20) Warga Desa Mekarmulya Kecamatan Palas dan Wina (18) warga Desa Mekarmulya Kecamatan Palas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ke duanya tewas akibat digulung ombak yang sangat besar hingga terseret ke tengah laut. Jasad korban Indra baru ditemukan pada Jumat dini hari sekitar pukul 03 30 wib. Sementara pada kamis sekitar pukul 15 00 wib, korban atas nama Wina baru ditemukan, tetapi untuk korban laki-laki atas nama Indra ditemukan pada pagi harinya sekitar pukul 04 30 wib,” tambahnya.